Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Kreator Konten Ditantang Produksi Kearifan Lokal Bernilai Moderasi Beragama

Kreator Konten Ditantang Produksi Kearifan Lokal Bernilai Moderasi Beragama
Foto: BLA Makassar
Foto: BLA Makassar

Nilai-nilai kearifan lokal perlu ditransformasikan ke dalam berbagai macam bentuk konten kreatif. Pendekatan ini bisa segera dimulai dengan pembuatan program-program seperti, pembuatan animasi pengenalan filosofi tradisi yang menguraikan makna dan fungsinya secara lugas dan menarik perhatian.


Demikian salah satu rekomendasi dari penelitian Moderasi Beragama dalam Kearifan Lokal di Kawasan Timur Indonesia. Penelitan tersebut dilakukan oleh Balai Litbang Agama (BLA) Makassar Balitbang Diklat Kementerian Agama RI tahun 2020.


Peneliti juga merekomendasikan perlu dibuatnya film pendek tentang prosesi adat dengan menampilkan aspek sakralitas dan aspek nilai luhurnya yang relevan dengan pembentukan sikap Moderasi Beragama. Langkah lainnya adalah dengan penyusunan cerita bergambar yang bertema kearifan lokal sebagai modal pembentukan sikap Moderasi Beragama.


Menurut para peneliti, rekomendasi ini diperlukan mengingat strategi yang dilakukan oleh masyarakat selama ini pada umumnya hanyalah bersifat konvensional. Akibat dari strategi yang konvensional ini, maka nilai agung tersebut akan berpotensi hilang dari peradaban sosial.


“Jika itu hilang, maka Indonesia akan kehilangan satu nilai leluhur bangsa. Jika konflik terjadi tidak ada lagi ruang kearifan lokal yang mampu membendung konflik tersebut,” tulis peneliti dalam laporannya.


Peneliti berpandangan hal yang terlupakan oleh kelompok masyarakat adalah kurangnya pemanfaatan ruang-ruang media sosial (medsos) baik cendekiawan maupun pemerintah setempat untuk menyebarkan nilai-nilai Moderasi Beragama.


Sebelumnya, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terhadap kearifan lokal dikategorikan menjadi tiga. Pertama, kearifan lokal yang bersifat nilai yang mengandung nilai Moderasi Beragama. Pada kearifan lokal ini mempengaruhi kesadaran baru untuk merajut damai melalui nilai kultural yang pernah ada.


Kedua, kearifan lokal yang mengandung norma yang berorientasi kepada pengaturan sosial yang berhubungan dengan Moderasi Beragama. Ketiga, nilai praktik kultural yang mendorong Moderasi Beragama bisa dijalankan.


Peneliti menyebutkan efektivitas nilai-nilai kearifan lokal mempengaruhi kesadaran baru bagi masyarakat yang pernah mengalami konflik untuk merajut damai yang pernah patah. Nilai lokal menjadi solusi yang praktis ketika nilai agama tidak mampu menjawab tantangan yang ada, karena beberapa kelompok menjadikannya hanyalah ritual.


Penulis: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori



Terkait

Balitbang Kemenag Lainnya

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya