Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Menag Yaqut Gemakan Tagar #PrayFromHome

Menag Yaqut Gemakan Tagar #PrayFromHome
Menag Yaqut Cholil Qoumas menggemakan ajakan berdoa dari rumah dengan tagar #PrayFromHome. (Foto: Kemenag)
Menag Yaqut Cholil Qoumas menggemakan ajakan berdoa dari rumah dengan tagar #PrayFromHome. (Foto: Kemenag)

Jakarta, NU Online

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menggemakan ajakan berdoa dari rumah. Dengan tagar #PrayFromHome, ajakan tersebut bersamaan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sebagai pencegahan penularan Covid-19.


"Ikhtiar dhahir sudah dan akan terus dilakukan pemerintah. Bukan hanya itu, ikhtiar batin juga terus dilangitkan. Semoga pandemi lekas sirna. Ayo kita semua #PrayFromHome," tulis Menag Yaqut melalui akun twitter YaqutCQoumas, Rabu (7/7).

 

Seperti diketahui, pemerintah memberlakukan PPKM darurat pada 3-20 Juli 2021. Sejak Rabu (7/7), ajakan memanfaatkan momentum PPKM untuk berdoa dari rumah menggema di dunia maya. Ajakan ini disuarakan dengan tagar #PrayFromHome.

 

Di antaranya Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid melalui Twitter AlissaWahid meminta masyarakat berhati-hati dengan narasi takut hanya kepada Tuhan, bukan kepada negara. Menurut Alissa, untuk berbagai hal apa pun kalimat pertama itu sudah tepat. Namun kalimat kedua yang dikaitkan dengan kalimat pertama, tidak tepat dan tidak ada hubungannya.

 

"Hati-hati dengan narasi 'takut tuh sama Tuhan, bukan takut sama Negara' buat hal apapun, terutama buat soal #PrayFromHome Kalimat pertama tepat sekali. Kalimat kedua yang dilekatkan ke kalimat pertama, itu tidak tepat. Ndak ada hubungannya," cuit Alissa.

 

Pada twit berikutnya, Alissa mengungkapkan justru kalau takut kepada Tuhan, kita akan menjaga keselamatan diri dan keselamatan orang lain. Negara, tulis Alissa, ada untuk mengelola bagaimana kita hidup bersama orang lain.

 

"Tak perlu takut pemerintah, tapi ikuti aturannya, apalagi dalam pandemi. Kita diminta #PrayFromHome utk #SalingJaga. Buat siapa? Kita," tulis Alissa.

 

"Yuk twips, mengetuk pintu Tuhan. Doakan kita sebangsa diberi kejernihan hati untuk hadapi hari2 berat ini. Diberi kekuatan melampaui ini semua. Diberi kemudahan dari arah yang tidak disangka2. Pray. Pray with all of your heart. #PrayFromHome," lanjut Alissa.

 

Sebelumnya, Alissa mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan wabah. Dia mengatakan jangan hanya menjadi saleh atau saleha dengan hanya beribadah.

 

"Jangan memandang orang saleh itu yang ibadahnya di masjid, mengabaikan wabah. Jadilah muslih/muslihah, orang yang membawa kebaikan. Beribadahlah di rumah, karena ingin #salingjaga sesama warga, #PrayFromHome," cuitnya lagi.

 

Tagar #PrayFromHome menjadi salah satu trending di Twitter pada Rabu. Hingga pukul 13.30 WIB Rabu sudah lebih 11.600 cuitan yang menyertakan tagar tersebut. Selain trending di Twitter, tagar #PrayFromHome juga menggema di Instagram dan Facebook.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori


Terkait

Balitbang Kemenag Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya