Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Muslimat NU Malaysia Selenggarakan Program Dokumen Kelahiran Gratis

Muslimat NU Malaysia Selenggarakan Program Dokumen Kelahiran Gratis
PCI Muslimat NU Malaysia bersama dengan KBRI Kuala Lumpur menyelenggarakan Program Dokumen Kelahiran Gratis. (Foto: Muslimat NU Malaysia)
PCI Muslimat NU Malaysia bersama dengan KBRI Kuala Lumpur menyelenggarakan Program Dokumen Kelahiran Gratis. (Foto: Muslimat NU Malaysia)

Kuala Lumpur, NU Online

Demi menjamin hak pendidikan anggota Sanggar Bimbingan Belajar Sungai Mulia, PCI Muslimat NU Malaysia bersama dengan KBRI Kuala Lumpur menyelenggarakan Program Dokumen Kelahiran Gratis.


Program tersebut dilaksanakan karena tidak semua warga negara Indonesia di Malaysia secara otomatis mendapatkan dokumen kelahiran untuk anak-anak mereka. Hanya orang tua yang mempunyai dokumen resmi tinggal di Malaysia yang akan mendapatkannya secara otomatis.


“Atas inisiatif dan jasa baik KBRI Kuala Lumpur, maka dokumen tersebut akan dibagikan secara gratis khusus kepada anak-anak yang belajar di Sanggar Bimbingan Belajar Sungai Mulia Kuala Lumpur,” ujar Mimin Mintarsih, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia kepada NU Online, Ahad kemarin. 


Para siswa itu sendiri merupakan anak-anak dari mereka orang tua yang tergabung dalam Pekerja Migran Indonesia (PMI) Malaysia yang sebagian tidak mempunyai dokumen resmi di Malaysia. 


“Meski kedua orang tua mereka (para siswa Sanggar Belajar) tidak mempunyai dokumen, anak-anak tersebut harus kita selamatkan [dengan memberi mereka dokumen],” terang Dra Mimin Mintarsih, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Senin (11/10) kemarin. 


Dengan demikian, lanjut Mimin, kepemilikan dokumen tersebut akan memudahkan mereka menempuh jenjang pendidikan lebih lanjut.


Secara spesifik, usulan pemberian dokumen resmi kepada para siswa tersebut sebenarnya merupakan inisiatif dari Atase Pendidikan, Atase Hukum, dan Atase Imigrasi dari pihak KBRI Kuala Lumpur. 


Sony dari Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur menjelaskan bahwa seorang anak yang lahir harus mempunyai status hak kewarganegaraan. Termasuk ke dalam hak tersebut adalah hak untuk mendapatkan akses pendidikan. 


"Kami mewakili wali murid Sanggar Bimbingan khususnya di Sungai Mulia sangat bersyukur dan berterimakasih atas kepedulian KBRI terhadap anak-anak kami sehingga mereka mempunyai status warga negara Indonesia yg sah. Semoga program ini akan berterusan dari masa ke masa," ungkap Gusni, wali murid dari Mohamad Firdaus, 11 tahun.


Sanggar Bimbingan Belajar Sungai Mulia ini merupakan sebuah kelompok belajar yang didedikasikan kepada mereka yang tidak mempunyai akses pendidikan lantara tidak mempunyai dokumen resmi.


Sanggar ini merupakan hasil gerakan bersama antara PCI Muslimat NU Malaysia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan dukungan sepenuhnya dari KBRI Kuala Lumpur.


Kontributor: Aziz

Editor: Fathoni Ahmad


Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya