Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Menteri PPPA Buka Bahtsul Masail Pencegahan Pernikahan Usia Anak

Menteri PPPA Buka Bahtsul Masail Pencegahan Pernikahan Usia Anak
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat memberikan sambutan pada pembukaan acara bahtsul masail pencegahan pernikahan usia anak yang diselenggarakan atas kerja sama PP Muslimat NU dengan Unicef Indonesia di Swiss-Bell Hotel di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2). (Foto: NU Online/ Husni Sahal)
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat memberikan sambutan pada pembukaan acara bahtsul masail pencegahan pernikahan usia anak yang diselenggarakan atas kerja sama PP Muslimat NU dengan Unicef Indonesia di Swiss-Bell Hotel di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2). (Foto: NU Online/ Husni Sahal)
Jakarta, NU Online
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang lebih dikenal Bintang Puspayoga resmi membuka acara bahtsul masail pencegahan pernikahan usia anak di Swiss-Bell Hotel di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2). Acara ini diselenggarakan atas kerja sama PP Muslimat NU dan Unicef Indonesia.

"Pada hari ini 15 Februari 2020 bahtsul masail tentang pencegahan pernikahan usia anak saya nyatakan dibuka secara resmi," kata Bintang.

Dalam sambutannya, Bintang mengemukakan bahwa angka pernikahan anak di Indonesia masih sangat tinggi, yakni sebanyak 11,2 persen berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Merespons angka yang masih tinggi itu, kata Bintang, Presiden Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpes) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 dengan menargetkan angka perkawinan anak menurun dari 11,2 persen menjadi 8,74 persen.

"Bapak presiden menargetkan dari 11,2 persen, 2024 kita mampu turun 8, 74 persen," katanya.

Menurutnya, target penurunan menjadi 8,74 persen bukan mimpi. Target itu bisa diwujudkan dengan syarat semua pihak bekerja sama antara pemerintah, lembaga masyarakat, tokoh agama, dan media.

"Kalau ini semua bergerak, ini bukan mimpi. 8,74 persen 2024 itu tidak akan mimpi. Makanya kami atas nama kememterian Perempuan dan Perlindungan Anak dan secara pribadi saya diamanhi oleh bapak presiden mohon dukungan dan kerja samanya," ucapnya.

Acara ini diselenggarakan selama tiga hari, yakni 14 hingga 16 Februari 2020. Hadir pada kegiatan ini sejumlah pengurus PP Muslimat NU dan sejumlah sejumlah narasumber dari MUI Pusat, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan RI, Kementerian Agama RI, PP Muslimat NU, UNICEF, dan Pengadilan Agama (PA).

Sementara peserta yang diikutsertakan pada kegiatan ini sebanyak 70 orang. Mereka berasal dari tokoh agama, pakar kesehatan, tokoh sosial, serta tokoh dan  pimpinan Muslimat NU dari provinsi dan daerah yang angka pernikahan anaknya tinggi.

Pewarta: Husni Sahal
Editor: Abdullah Alawi

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya