Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Kairo Bakal Jadi Kota Wisata Bersejarah, Mesir Siap Pindahkan Ibu Kota

Kairo Bakal Jadi Kota Wisata Bersejarah, Mesir Siap Pindahkan Ibu Kota
Ilustrasi. Masjid Imam Husein di Kairo. Salah satu bangunan masjid bersejarah. (Foto: cairohotspots.com)
Ilustrasi. Masjid Imam Husein di Kairo. Salah satu bangunan masjid bersejarah. (Foto: cairohotspots.com)

Jakarta, NU Online

Pemerintah Mesir bersiap memindahkan ibu kota negara dari Kairo karena kota tersebut kana direvitalisasi menjadi kota tujuan atau destinasi wisata. Mesir rencananya akan memindahkan ibu kota ke Kawasan utara yang lebih futurstik.


Dikutip dari Reuters, Koordinator Utama Mohamed Elkhatib menyebut bahwa rencana ini memberikan semangat baru bagi para arsitek dan pelaku restorasi bangunan bersejarah, untuk menyelamatkan gedung-gedung tua yang mereka khawatirkan akan hilang karena urusan birokrasi, korupsi pejabat dan kendala hukum.


Apartemen bertingkat rendah akan dibangun di atas tanah kosong dekat Kairo, di mana penduduk dan pertokoan akan direlokasi saat struktur bobrok yang selama ini mereka tempati dipulihkan.


"Untuk pertama kali anggaran tidak dipermasalahkan. Mereka [pemerintah] memberi tahu saya bahwa anggaran apa pun untuk pembangunan kembali Historic Cairo (Kairo Bersejarah) akan disetujui," kata Elkhatib tanpa memberikan perkiraan dana.


Pekerja akan segera mulai memperbaiki fasad bangunan tua, termasuk yang tidak terdaftar secara resmi sebagai bangunan bersejarah, agar pemandangan Kairo nampak sama seperti ribuan tahun yang lalu.


Rencana tersebut juga melibatkan konversi beberapa wikala atau karavan kota, menjadi hotel butik, sebuah ide yang terbukti berhasil di tempat lain di Timur Tengah.


Pemerintah bermaksud untuk merenovasi sekitar 10 persen dari area tersebut dalam fase dua tahun awal, dan sedang mempelajari proposal untuk membuat satu entitas untuk Kairo yang bersejarah sekitar 30 km persegi, katanya.


Sebagian besar pekerjaan awal akan fokus pada pemulihan distrik di sekitar tiga gerbang besar, yang dibangun oleh dinasti Fatimiyah Tunisia, yang memerintah selama dua abad setelah tentaranya menaklukkan Kairo pada 969 Masehi.


Satu gerbang, Bab al-Zuwaila, dan Jalan Habbaniya di selatannya, adalah pemandangan yang dikisahkan dalam Seribu Satu Malam.


Nuansa kota Kairo yang bersejarah serta padat dengan rumah, pertokoan, kios kerajinan, dan pasar tradisional nantinya dapat ditelusuri kembali.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya