Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Cara Ansor di Brebes Kembali Kokohkan Akidah Warga

Cara Ansor di Brebes Kembali Kokohkan Akidah Warga
Cara Ansor di Brebes Kembali Kokohkan Akidah Warga. (Foto: NU Online/Muhammad Abror)
Cara Ansor di Brebes Kembali Kokohkan Akidah Warga. (Foto: NU Online/Muhammad Abror)

Brebes, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Prapag Kidul, Losari, Brebes, Jawa Tengah mengadakan konferensi ranting (Konferan) yang kedua pada Selasa (9/11/2021) kemarin. Sengaja lokasi acara yang dipilih adalah wilayah Prapag Kidul bagian utara yang sudah disusupi kelompok bukan berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Tujuannya agar wilayah tersebut kembali steril dari kelompok bepaham menyimpang.


“Alasan kami memilihi wilayah itu karena sudah mulai ada pergerakan kelompok berpaham non-Aswaja. Meskipun mereka masih bergerak secara sembunyi-sembunyi dan belum berdampak serius, tapi kami waspadai sejak dini,” kara Ketua Ansor Prapag Kidul Robi Darwis kepada NU Online melalui sambungan telepon, pada Rabu (10/11/2021).


Dijelaskan Darwis, selama ini pihaknya telah banyak melakukan upaya untuk menguatkan akidah masyarakat setempat, khususnya Desa Prapag Kidul bagian utara. Terutama dengan memperbanyak amaliah-amaliah NU seperti maulidan, tahlilan, ziarah kubur, dan lain sebagainya.


“Kami juga mengundang penceramah untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja. Selain itu, pernah juga kami mengadakan pengajian kitab Hujjatu Ahlisunnah wal Jama’ah karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari,” imbuh pria yang kembali terpilih sebagai ketua Ansor desa Prapag Kidul ini.


Darwis menyayangkan, masih minimnya kalangan santri dan kader NU di Prapag Kidul bagian utara juga menjadi salah satu faktor masyarakat kurang begitu mengenal NU. Berangkat dari itu, pihaknya terus menggandeng kader-kader muda Ansor dari wilayah setempat.


“Setelah beberapa upaya yang dilakukan Ansor, alhamdulillah masyarakat daerah itu mulai lebih mengenal dan dekat dengan NU. Kami sedang mengupayakan pembentukan Ansor khusus untuk wilayah bagian utara. Sejauh ini soalnya baru wilayah timur yang aktif,” ujar Darwis.


Filosofi logo

Dalam konferensi ranting Gerakan Pemuda Ansor yang mengusung tema 'Mengokohkan Solidaritas dan Kaderisasi Berkelanjutan' ini juga membuat logo yang dibuat memiliki nilai filosofi tersendiri. Secara komponen, logo tersebut terdiri dari gambar angka dua, sayap dua bulu, peta, dan garis dalam peta.


Gambar angka dua menandakan konferensi ranting ini merupakan konferensi yang kedua. Gambar sayap dua bulu pada angka dua yang menyerupai sayap burung melambangkan kesiapan kader Ansor untuk terbang menghadapi tantangan dan rintangan. Gambar peta yang dimaksud adalah peta desa Prapag Kidul.
Gambar garis dalam peta memiliki makna pemerataan dalam segala aspek penjuru desa Prapag Kidul.


Dari segi warna, komposisi logo terdiri dari warna orange kemerahan dan hijau. Warna oranye kemerahan memiliki makna kehangatan dan semangat yang stabil untuk menghadapi segala macam tantangan organisasi. Sementara warna hijau memiliki makna hidup, kesegaran, kesuburan dan harapan agar GP Ansor Prapag Kidul tumbuh subur serta melahirkan tunas muda berdedikasi tinggi.


“Dengan filosofi seperti itu, semoga menjadi organisasi yang diisi oleh pemuda-pemuda solid, aktif, dan progresif,” pungkas Darwis.


Kontributor: Muhamad Abror
Editor: Syamsul Arifin 


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya