Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Satgas Covid-19 Sebut Varian Baru Covid-19 Berpotensi Lebih Cepat Menyebar 

Satgas Covid-19 Sebut Varian Baru Covid-19 Berpotensi Lebih Cepat Menyebar 
Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona.

Jakarta, NU Online

Perkembangan virus covid-19 kini menemui babak terbaru setelah ditemukannya varian corona terbaru B.1.1.529 atau varian Omicron.


Disampaikan Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, dr Syifa Mustika bahwa menurut penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) varian Omicron berpotensi lebih cepat menyebar, sehingga berkemungkinan dapat menulari penyintas Covid-19.


“WHO menyebut bahwa varian baru ini kemungkinan akan menyebar lebih cepat daripada varian lain sebelumnya dan sejauh ini kurang dari 100 urutan sampel telah dilaporkan,” katanya kepada NU Online, pada Kamis (2/12/21).


Syifa menerangkan sejak Jumat (26/11/21) kemarin, WHO menetapkan varian Omicron sebagai varian yang mengkhawatirkan (variant of concern/VOC), karena dalam hitungan jam virus tersebut telah berhasil menjangkiti beberapa negara.


“Varian ini sudah menginfeksi di lima benua, dan terbanyak terdapat di negara-negara di Eropa,” terang Anggota Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) ini.


Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, sejak pertama kali diumumkan di Afrika Selatan pada pekan lalu. Hingga kini tercatat ada 19 negara yang telah mengonfirmasi adanya virus Corona varian Omicron. 


Ke-19 negara itu Australia, Austria, Belgia, Botswana, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Jepang, Belanda, Portugal, Reunion, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, dan Inggris Raya.


Sementara di Asia, Jepang adalah negara terbaru yang mengkonfirmasikan kasus pertama varian Omicron pada Selasa (30/11/2021).


Dengan semakin cepatnya penyebaran virus corona varian Omicron, Syifa mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan agar virus tersebut tidak masuk ke tanah air.


“Pada intinya tingkat kewaspadaan dan pemantauan di Indonesia harus diperkuat untuk mendeteksi kasus varian baru dengan cepat,” pesannya.


Sebagai informasi, merujuk data covid19.go.id, kasus Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir bisa dikatakan melandai dengan kasus positif harian di bawah angka 5 ribu. 


Beberapa indikator juga menunjukkan penurunan tersebut. Mulai dari tingkat kesembuhan pasien yang sebesar 96,43 persen, hingga angka reproduksi efektif atau Rt Covid-19 sebesar 0,98 persen. Namun, meski demikian masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19.


Kontributor: Syifa Arrahmah
Editor: Syakir NF



Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya