Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Pemerintah Memulai Vaksinasi Dosis Kedua

Pemerintah Memulai Vaksinasi Dosis Kedua
Presiden Jokowi saat menerima vaksin dosis kedua, Rabu (27/1) di halaman Istana Negara Jakarta. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat menerima vaksin dosis kedua, Rabu (27/1) di halaman Istana Negara Jakarta. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, NU Online

Pemerintah RI telah memulai proses vaksinasi dosis kedua pada Rabu (27/1) di halaman Istana Negara Jakarta. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama yang menerima suntikan vaksin dosis kedua ini.


Berdasarkan pantauan NU Online melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi mengenakan jaket merah lengan panjang bertuliskan Indonesia saat vaksinasi. Jokowi mulanya melakukan cek kesehatan terlebih dahulu.


Jokowi sebelumnya telah menerima suntikan vaksin pertama pada 13 Januari lalu di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima suntikan vaksin Sinovac.


Selain Jokowi, ada sejumlah nama tokoh yang ikut vaksinasi saat itu. Beberapa di antaranya adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum IDI Daeng M. Faqih, dan aktor Raffi Ahmad.


Vaksinasi ditargetkan kepada lebih dari 50 persen penduduk Indonesia untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok guna mencegah penularan virus corona.


Menurut Menkes Budi Gunadi sesaat setelah menerima suntikan vaksin dosis kedua, vaksinasi lanjutan tersebut secepatnya akan diberikan kepada para tenaga kesehatan. "Jadi yang belum menerima vaksin dosis pertama, segera lakukan, yang sudah menerima dosis pertama, segera melakukan vaksinasi dosis kedua," jelasnya.


Menkes Budi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi. Ia juga tidak lupa menekankan kembali soal penegakkan protokol kesehatan mengingat kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 1 juta kasus pada Selasa (26/1).


"Pemerintah tidak mungkin menanggulangi pandemi ini sendirian. Kita semua harus bekerja sama dan bekerja lebih keras lagi untuk mengendalikan wabah ini," tandasnya.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya