Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Tak Perlu Panik, Begini Tips saat Ada yang Sakit di Rumah

Tak Perlu Panik, Begini Tips saat Ada yang Sakit di Rumah
Ilustrasi pandemi Covid-19. (Foto: NU Online)
Ilustrasi pandemi Covid-19. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Jika di dalam rumah yang ditinggali terdapat orang sakit dan mengalami gejala seperti terinveksi virus Covid-19 tidak perlu panik. Dilansir dari situs web resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), who.int, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisolasi orang yang tengah sakit tersebut. Siapkan untuknya ruangan khusus yang terpisah dari ruang penghuni lain yang sehat.


“Siapkan kamar terpisah atau ruang isolasi dan jaga jarak dari penghuni yang lain,” tulis situs web tersebut.


Ruangan bagi yang sakit harus dipastikan memiliki ventilasi yang cukup dan jendelanya dibuka secara berkala. “Pastikan ruangan tersebut tetap berventilasi dan buka jendela secara berkala,” lanjutnya.


Langkah selanjutnya penghuni rumah yang sehat agar dapat mengurangi kontak dengan virus. Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi satu penghuni rumah untuk menjadi kontak person yang tidak memiliki risiko tinggi dan paling sedikit kontak dengan orang luar.


Kontak dengan virus juga dapat dijaga dengan menggunakan masker medis jika berada di satu ruangan dengan orang sakit.


Selain itu, peralatan rumah antara orang sakit dan sehat juga harus dibedakan agar tidak terjadi kontak melalui perkakas tersebut. “Gunakan perangkat rumah tangga yang berbeda dengan yang sakit, baik peralatan makan maupun tidur,” tulis WHO.


Hal lain yang tidak boleh tertinggal adalah membersihkan dan menyemprotkan disinfektan secara berkala ke seluruh area yang tersentuh orang yang sakit dan kontak dengannya.


Langkah berikutnya adalah pelayanan yang optimal terhadap orang sakit tersebut. Hal demikian harus dilakukan dengan memeriksa berbagai gejalanya secara rutin. Terlebih orang sakit tersebut memiliki penyakit bawaan (komorbid) yang cukup serius. “Beri perhatian khusus jika orang tersebut memiliki risiko tinggi dan penyakit serius,” lanjutnya.


Orang sakit tersebut juga harus dipastikan beristirahat dengan baik dan tetap terjaga cairan dalam tubuhnya.


Jika terdapat tanda-tanda yang membahayakan atau darurat dari orang sakit tersebut, harus segera menghubungi kontak darurat. Karenanya, penghuni rumah yang menjadi kontak person harus memiliki kontak dokter, fasilitas kesehatan, pusat kesehatan, dan kontak darurat agar dapat langsung menghubungi jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Selain itu, kontak keluarga, tetangga, maupun rekan sekolah atau kampus dan teman sejawat juga harus disiapkan jika suatu saat dibutuhkan dalam keadaan genting untuk membantu mempercepat proses penanganan.


Persiapan


Di samping itu, hal yang perlu disiapkan juga stok obat-obatan, masker medis, dan cairan pembersih tangan atau disinfektan, serta ruangan isolasi. Jaringan pendukung untuk bahan makanan, transportasi, penitipan anak, dan kebutuhan pokok lainnya juga tidak boleh dilupakan.


Jika hendak melakukan pemeriksaan kondisi atau konsultasi dengan dokter lakukan melalui sambungan telepon. Jika tidak, buat jadwal dengan dokter.


Sebelum pergi menemui dokter, selalu mengecek regulasi pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi di wilayahnya, bawa bawa cairan pembersih tangan atau disinfektan.


Saat mengantre bertemu, pastikan untuk menghindari keramaian, menjaga jarak fisik atau meminta untuk duduk di tempat yang kurang ramai.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad



Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya