Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Mengintip Nasib Warga Giri Tunggal, Desa Positif Covid-19 Pertama di Pringsewu

Mengintip Nasib Warga Giri Tunggal, Desa Positif Covid-19 Pertama di Pringsewu
Tim LAZISNU Pringsewu di desa positif Corona. (Foto: NU Online/Faizin)
Tim LAZISNU Pringsewu di desa positif Corona. (Foto: NU Online/Faizin)
Pringsewu, NU Online
Warga Kabupaten Pringsewu, Lampung tak ada yang menyangka dan menduga sebelumnya, jika kasus positif pertama Corona di daerah tersebut berasal dari Desa Giri Tunggal, Kecamatan Pagelaran Utara. Sebuah desa di bagian pinggir dalam Kabupaten Pringsewu dengan jarak tempuh 1,5 jam dari pusat Kota Pringsewu. 

Giri Tunggal menjadi perbincangan setelah seorang warganya yang baru pulang dari Jakarta divonis positif Corona. Kasus ini menunjukkan fakta bahwa ancaman virus yang cukup berbahaya ini bukan hanya mengancam daerah ramai di perkotaan. Namun, daerah pedalaman pun bisa menjadi episentrum wabah ini.

NU Online berkesempatan langsung melihat situasi Desa Giri Tunggal bersama Tim Gugus Tugas NU Peduli Covid-19 PCNU Pringsewu yang mengirim logistik bantuan khusus bagi tetangga sekitar rumah positif Corona. Memasuki tugu perbatasan daerah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Banyumas ini, tim NU Peduli diminta berhenti oleh petugas khusus Covid dari Kecamatan Pagelaran Utara.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan serta dilakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan, tim yang mengendarai mobil LAZISNU Kabupaten Pringsewu ini diizinkan masuk kecamatan tersebut. Tampak penjagaan ketat dilakukan oleh para petugas posko dengan memeriksa setiap kendaraan dan penumpang yang masuk kecamatan itu.

Tim langsung menuju Posko NU Peduli Ranting Giri Tunggal yang berjarak tidak jauh dari kediaman warga yang positif Corona. Saat ini beberapa rumah dengan radius 100 meter dari rumah warga tersebut memang diberlakukan lockdown (karantina kewilayahan) lokal. Sudah 1 pekan ini warga di zona tersebut tidak diperkenankan keluar dengan dilakukan isolasi.

"Mereka sangat butuh bantuan logistik. Jadi, kami segera berkoordinasi dengan NU Peduli kabupaten. Alhamdulillah langsung direspon dengan suplai logistik ini," kata Ketua PAC Muslimat NU Pagelaran Utara Parsianingsih kepada NU Online, Rabu (22/4).


Kebijakan lockdown lokal ini disikapi oleh pamong desa setempat dengan memasang portal dan mendirikan pos penjagaan di akses jalan dari berbagai penjuru. Kebutuhan warga selama ini disuplai dari bantuan pemerintah dan donasi dari berbagai kalangan.

Secara psikologis, warga yang berada di area RT 4 dan 5 Desa Giri Tunggal juga terpengaruh oleh situasi ini. Kondisi ini disikapi oleh NU Peduli Ranting Giri Tunggal dengan melakukan edukasi terhadap warga yang terdampak karantina kewilayahan lokal.

"Kita beri pengertian pada mereka bahwa orang yang terkena Corona tidak boleh dikucilkan dan dijauhi, termasuk keluarganya. Semua akan melalui proses pengobatan dan bisa sembuh kembali. Jadi, kita ingatkan bahwa kondisi ini hanya sementara. Nanti ketika wabah ini berlalu, Insyaallah akan kembali normal," kata Bu Ningsih, sapaan akrabnya.

Ia juga mengisahkan bagaimana kasus ini berimbas pula para warga Desa Giri Tunggal lainnya walaupun berada jauh dari lokasi karantina kewilayahan lokal. Ada seorang warga Giri Tunggal yang terpaksa harus pulang sembari menangis karena dagangan sayurannya tak laku di jual di pasar.

"Orang tak mau beli karena tahu dia dari Giri Tunggal. Kan kasihan ini, Mas," kata Bu Ningsih seraya berharap pada masyarakat agar tidak memberi stigma negatif pada warga Desa Giri Tunggal. 


Aksi Tanggap NU Peduli
Menyikapi kondisi ini, Tim NU Peduli memberi perhatian khusus pada daerah Giri Tunggal. Ketua Gugus Tugas NU Peduli Pringsewu H Agil Marsudi menjelaskan, pihaknya memberi bantuan tambahan logistik sembako bagi warga terdampak karantina kewilayahan lokal di Giri Tunggal.

"Hari ini kita adakan giat penyaluran paket sembako, masker, disinfektan, dan makanan siap saji khusus bagi warga radius 100 meter yang di-lockdown," jelasnya.

Ndan Marsudi, panggilan karibnya, berharap selama kebijakan yang diberlakukan 14 hari ke depan, kebutuhan logistik warga akan terpenuhi. NU Peduli terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar jangan sampai warga di area tersebut kekurangan kebutuhan pokok, khususnya bahan pangan.

Saat ini, NU Peduli memang sedang menggelar bantuan logistik beras yang dialokasikan bagi warga terdampak Covid di seluruh kecamatan yang ada di Pringsewu. 10 ton beras yang didistribusikan dalam bentuk ribuan paket 5 kilogram ini diharapkan membantu warga ekonomi lemah khususnya jelang Ramadhan 1441 H.

"Terima kasih atas bantuan NU Peduli yang sudah sangat luar biasa memperhatikan warga terdampak situasi ini khususnya di Giri Tunggal," ungkap Bu Ningsih mengakhiri perbincangan.

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Musthofa Asrori


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya