Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Bantu Warga Terdampak Banjir, MWCNU Genuk Semarang Buka Posko Peduli Kemanusiaan

Bantu Warga Terdampak Banjir, MWCNU Genuk Semarang Buka Posko Peduli Kemanusiaan
Tim NU Peduli Kemanusiaan MWCNU Genuk, Kota Semarang terima bantuan perahu karet untuk operasional (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Tim NU Peduli Kemanusiaan MWCNU Genuk, Kota Semarang terima bantuan perahu karet untuk operasional (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Semarang, NU Online

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah mendirikan 'Posko Kemanusiaan' untuk membantu masyarakat terdampak akibat bencana banjir yang melanda di sebagian wilayah Kota Semarang.

 

Ketua MWCNU Genuk, Kota Semarang KH Sohib Ridlwan mengatakan, hujan deras sepanjang hari dan kiriman air sungai dari kawasan Semarang atas menjadikan beberapa kelurahan di Genuk terendam air, akibatnya aktivitas masyarakat lumpuh dan sebagian mengungsi.

 

"Untuk meringankan beban mereka, MWCNU Genuk membuka Posko Kemanusiaan, langkah pertama menggalang partisipasi masyarakat mengumpulkan makanan siap saji atau sembako yang akan dikirimkan ke lokasi banjir," kata Kiai Sohib kepada NU Online di Kantor MWCNU Genuk, Senin (8/2).

 

Disampaikan, dalam operasionalnya posko yang dibuka sejak Ahad (7/2) melibatkan seluruh potensi nahdliyyin, lembaga, dan badan otonom. Posko ditempatkan di Mushala Baitul Muhtaj yang beralamat di Jl Wolter Monginsidi No 09 AA RT 05 RW 04 Genuk Semarang. 

 

"Lokasi posko sangat strategis di pinggir jalan utama yang menghubungkan lintasan Semarang-Kudus-Surabaya di Genuk (jalur utara) dan lintasan Semarang-Purwodadi-Surabaya (jalur tengah) di Pedurungan," jelasnya.

 

Ditambahkan, saat ini tim posko sedang memetakan lokasi bencana banjir dan  menginventarisir kebutuhan masyarakat terdampak tanpa membedakan dari nahdliyin atau non nahdliyin. "Selain itu juga menyiapkan pembagian tugas relawan yang akan mendukung operasional posko. 

 

Kepada masyarakat yang akan berdonasi, dapat berkomunikasi langsung ke markas posko. Semua bantuan yang diamanatkan akan disalurkan kepada masyarakat terdampak sebagai wujud  akuntabilitas posko kepada para donatur," terangnya. 

 

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang KH Ali Mas'adi mengatakan, bantuan masyarakat yang didonasikan lewat posko MWCNU Genuk ini hendaknya 
dikelola dengan sebaik-baiknya, karena itu manajemen posko supaya disiapkan dengan rapi.

 

"Kepada warga NU di Semarang atau di manapun berada yang saat ini memiliki rejeki berlebih kami harapkan dapat membantu masyarakat terdampak banjir Semarang malalui posko ini," ucapnya.

 


Bantuan Perahu Karet


Sulitnya medan dan tinggian air yang menggenang, Tim Peduli Kemanusiaan mengalami kesulitan untuk evakuasi warga atau distribusi makanan. Untuk memudahkan operasional tim, pihaknya mendapat bantuan pinjaman dari anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Semarang Barat.

 

"Bantuan perahu karet  itu sangat tepat, para relawan akan terbantu dengan adanya perahu karet karena areal banjir yang harus dijangkau genangan airnya ada yang setinggi dada orang dewasa," kata kiai Ali. 

 

Disampaikan, keberadaan posko ini mendapat dukungan dari masyarakat. Dalam sehari telah mengalokasikan 450 paket sembako yang berisi beras, mie instan, susu, dan teh. Selain itu juga mengalokasikan bantuan nasi bungkus sebanyak 475 bungkus.

 

"Saat membagikan sembako relawan sempat menghadapi kendala terutama ketika harus melintasi genangan air yang sangat dalam, di satu sisi harus menjaga keselamatan dirinya namun dalam waktu bersamaan harus menjaga paket bantuan sembako agar tidak rusak atau basah akibat terkena air hujan hujan atau air genangan banjir," ucapnya.

 

Dia menambahkan, dengan adanya fasilitas perahu karet, diharapkan kerja-kerja relawan dapat lebih lancar dan terkurangi resikonya terutama saat harus melintas ke wilayah genangan air untuk mengantar sembako atau mengevakuasi korban yang terpaksa harus mengungsi.

 

Pewarta: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya