Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Tiga Fungsi Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri)

Tiga Fungsi Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri)
Ketua Umum PB Kopri, Maya Muizzatil Lutfillah (Foto: NU Online)
Ketua Umum PB Kopri, Maya Muizzatil Lutfillah (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online
Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) memiliki tiga fungsi yaitu pembinaan, kepemimpinan, dan pergerakan demi terwujudnya Kopri yang mandiri, dan maju.

 

"Dalam  menjalankan ketiga hal ini setidaknya diperlukan kerja yang cukup ekstra dari seluruh komponen," ujar Ketua Umum PB Kopri, Maya Muizzatil Lutfillah saat menyampaikan sambutan pada Virtual Malam Puncak Harlah Ke-54 Kopri dan Temu Alumni, Sabtu (4/12/2021).
 

Komponen tersebut mulai dari solidaritas kepengurusan dalam kerja-kerja ideologis Kopri, sinergi kerja Kopri PMII bersama PB PMII, Majelis Pembina Nasional Kopri PB PMII.


"Dalam memberikan nasihat dan arahan konstruktif, support dari kelembagaan Kopri PKC, PC, dan para kader di seluruh Indonesia, serta jaringan dan mitra Kopri PB PMII," ujar perempuan yang pernah mengemban amanah sebagai Ketua Pengurus Cabang Kopri PMII Kota Serang.
 

Pada sambutannya tersebut, Maya Muizzatil Lutfillah juga memperkenalkan platform digital Kopri yang diberi nama I-Kopri. Platform ini  bertujuan untuk memaksimalkan bagaimana peran, dan kerja-kerja kelembagaan Kopri, serta sebagai infrastruktur kebudayaan Kopri untuk memaksimalkan ekosistem pada era society 5.0.

 

"Yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan, dan permasalahan sosial yang dihadapi, dan mungkin akan terjadi di masa depan dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi 4.0," jelas Maya.
 

Selain platform digital, dalam sambutannya ia juga memperkenalkan pedoman kaderisasi Kopri. Menurutnya kaderisasi Kopri merupakan kaderisasi informal PMII yang berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat kepemimpinan, dan pergerakan yang dibangun oleh kelembagaan Kopri di berbagai tingkatan. Ia juga mengajak seluruh kader Kopri agar membangun dan memperkuat kelembagaan Kopri.

 

"Kami mengajak seluruh kader kader PMII putri khususnya, dan kader PMII umumnya. Mari kita membangun, dan memperkuat kelembagaan Kopri menjadi wadah yang mempelopori kemandirian perempuan-perempuan Indonesia, dan bergerak untuk negara ini, tanah air yang harus kita bangun, dan kita jaga bersama," ucapnya.
 

Atas nama Organisasi Kopri PB PMII, ia mengucapkan terima kasih kepada para pendiri PMII, para sesepuh, kyai Nahdlatul Ulama, Majelis Nasional Pembina Kopri PB PMII, PMII, para senior yang mengilhami, mensuport, dan memberikan energi besar untuk kader-kader PMII putri khususnya.

 

Kontributor: Malik Ibnu Zaman
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×