Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Membangkitkan Ekonomi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Membangkitkan Ekonomi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Pendiri Ansoruna Business School Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Mohammad Amin. (Foto: NU Online/Muhammad Salim)
Pendiri Ansoruna Business School Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Mohammad Amin. (Foto: NU Online/Muhammad Salim)
Garut, NU Online
Pendiri Ansoruna Business School Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Mohammad Amin menegaskan, masyarakat harus bangkit dari keterpurukan ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19.
 
Dalam pandangannya, masyarakat tetap harus berdaya dengan terobosan yang dilakukan. Hal yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan menciptakan demokrasi ekonomi. 
 
Ia menjelaskan, demokrasi ekonomi yaitu kesadaran masyarakat untuk menciptakan mata rantai sejumlah kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi atas usaha-usaha ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Prinsipnya berasal dari, oleh, dan untuk masyarakat.
 
“Masyarakat harus bisa berdaya untuk bisa ciptakan demokrasi ekonomi masyarakat, di mana sejatinya demokrasi ekonomi berasal dari, oleh, dan untuk masyarakat," tutur Amin sapaan akrabnya.
 
Hal tersebut disampaikan Amin pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi di Pedesaan dengan Memperhatikan 4 Pilar Kebangsaan. Kegiatan ini diadakan oleh Ansoruna Business School PP GP Ansor di aula meeting Hotel Rancabango, Kelurahan Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (20/12). 
 
Demokrasi ekonomi menurutnya potensi diterapkan oleh kalangan masyarakat di manapun mereka tinggal. Yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan konsep tersebut adalah kemampuan masyarakat memproduksi aneka kebutuhan yang berkualitas. Di samping itu, kata dia, harga harus bisa kompetitif.
 
Selain itu, lanjutnya, mental dan rasa percaya diri masyarakat harus juga ditata. Pasalnya, sejauh yang dia ketahui di lapangan, banyak masyarakat Indonesia cenderung minder untuk membuat dan memasarkan produknya sendiri, sehingga produk yang beredar di masyarakat kebanyakan merupakan produk-produk perusahaan besar yang keuntungannya dari, oleh, dan untuk perusahaan itu sendiri.
 
Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat kian percaya diri atas produk-produk usaha yang ditekuninya di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Yang penting produk yang dihasilkan berkualitas dan memperhatikan harga jual.
 
Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) telah melanda dunia. Akibatnya, baik negara berkembang maupun negara maju harus menerima berbagai dampak yang serius, termasuk perekonomian. Pada situasi ini, Amin mengatakan, masyarakat kecil khususnya, tentu sangat merasakan akan dampak ini.
 
Pada kondisi demikian, Amin menegaskan, masyarakat perlu memanfaatkan peluang atau potensi yang biasa membangkitkan aspek perekonomian. Di antaranya menciptakan demokrasi ekonomi.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai pemateri Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI, Ibnu Mufid, Dosen UIN Sunan Gunung Djati, Dadan Dimyati, Owner Pokja Salarea, Dadan M Ramdan, jajaran pengurus Ansoruna Businees School, Ketua Cabang PMII Garut, Ipan Nuralam, dan puluhan peserta lainnya.
 
Kontributor: Muhammad Salim
Editor: Syamsul Arifin

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya