Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Ma'arif NU Evaluasi Sejumlah Kegiatan Nasional di Forum Rakernas

Ma'arif NU Evaluasi Sejumlah Kegiatan Nasional di Forum Rakernas
Ketua LP Ma’arif PBNU, H Zainal Arifin Junaidi, berbicara dalam Rakernas Ma'arif. (Foto: Tangkapan layar YouTube TVNU)
Ketua LP Ma’arif PBNU, H Zainal Arifin Junaidi, berbicara dalam Rakernas Ma'arif. (Foto: Tangkapan layar YouTube TVNU)

Jakarta, NU Online
Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU, H Zainal Arifin Junaidi, mengungkapkan banyak kegiatan nasional Ma’arif NU yang tertunda akibat pandemi.


“Di antaranya Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif (Porsema) Nasional ke-2 yang sedianya dilaksanakan Juli 2020 di Indramayu,” ungkapnya dalam Rapar Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU yang digelar secara daring, Sabtu (18/9/2021).


Selain itu, lanjut dia, ada juga perkemahan wirakarya pramuka Ma’arif NU yang ke-3, sedianya dilaksanakan pada Juli 2021. Meski demikian, ia menuturkan banyak terjadi ledakan kegiatan baru di masa pandemi, sepert pembelajaran jarak jauh untuk kepala sekolah baik SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA.
 

Baca juga: Gelar Rakernas, LP Ma'arif NU Bahas Penguatan Inovasi Pendidikan di Era Pandemi


“Hasilnya cukup memuaskan. Dalam kurun tiga bulan dilaksanakan 12 angkatan pelatihan untuk SD/MI, sembilan angkatan untuk SMP/MTs, dan sembilan angkatan juga untuk SMA/SMK/MA,” terangnya.


Dari pelatihan itu, lulus sekitar 2.400 kepala sekolah di lingkungan Ma’arif NU. Arifin juga menjelaskan, ada kegiatan lain yang dijalankan dalam rangka pengembangan soft skill dan hard skill.


Soft skill dilakukan dengan zoominar jalan sufi selama delapan angkatan dan zoominar ngopi mantap. Kemudian dalam pengembangan hard skill dilakukan pelatihan Matematika untuk guru dan murid,” jelasnya.


Arjuna, sapaan akrabnya mengatakan, tenaga didik maupun peserta didik yang menguasai teknologi digital dapat dengan mudah bertransformasi dari pendidikan konvensional menjadi daring.


“Namun, ada hal lain yang menjadi tantangan besar bagi orang yang sama sekali belum mengetahui atau minim pengetahuan tentang teknologi digital. Kita mungkin baru menyadari pentingnya penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan, terutama saat pandemi,” ungkapnya.


Agenda utama
Pada kesempatan yang sama, dalam acara yang bertema Penguatan Digitalisasi Pendidikan di Lingkungan LP Ma’arif NU itu Arifin juga menjelaskan ada tiga agenda utama Rakernas.


“Pertama, laporan pelaksanaan program yang berhasil dan tidak. Kemudian menyepakati program-program tertentu,” tuturnya.


Kedua, peninjauan terhadap pelaksanan hasil rakernas sebelumnya. Untuk mengetahui program yang sudah terlaksana dan perlu dikembangkan, serta mana yang belum terlaksana.


“Ketiga, menyamakan persepsi terhadap isu-isu dan permasalahan aktual dalam bidang pendidikan dan langkah-langkah yang perlu diambil,” imbuhnya.


Arifin menyebutkan, agenda tersebut diharapkan dapat menjawab keinginan agar pendidikan di Indonesia lebih terarah dan memiliki pondasi yang jelas.


“Salah satu tujuan pendidikan di Indonesia adalah membantuk generasi yang cerdas dan berkarakter,” ungkapnya.


Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori


Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya