Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Dua Tujuan, Gus Nabil Tekankan Pagar Nusa Harus Sowan Kiai

Dua Tujuan, Gus Nabil Tekankan Pagar Nusa Harus Sowan Kiai
Suasana gelaran Harlah NU dan Pagar Nusa di Pelalawan, Riau. (Foto: NU Online/Syakir)
Suasana gelaran Harlah NU dan Pagar Nusa di Pelalawan, Riau. (Foto: NU Online/Syakir)

Pelalawan, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PP PSNU) Pagar Nusa, Muhammad Nabil Haroen, menekankan seluruh pendekar Pagar Nusa agar sering-sering melakukan sowan kepada kiai setempat.


“Setiap para pendekar harus sowan para kiai dan masyayikh,” ujarnya saat Pelantikan PW PSNU Pagar Nusa Riau yang dirangkai dengan Peringatan Harlah ke-96 Nahdlatul Ulama dan Harlah Ke-36 Pagar Nusa, di Pesantren Darurrahman Ukui, Pelalawan, Riau, Ahad (16/1/2022).


Gus Nabil, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sowan kiai bagi anggota Pagar Nusa memiliki dua tujuan utama, yakni menjaga akhlak dan menjaga energi.


“Gunanya adalah untuk menjaga energi kita, untuk menjaga akhlakul karimah kita,” kata pria kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, 25 Juli 1984 ini.


Menurut Gus Nabil, keterampilan memainkan jurus-jurus itu hanya satu persen dari total kelihaian bersilat. Sementara 99 persen lainnya ada pada energi kiai yang mengalir kala sowan.


“Kalaupun kita ini mampu ribuan jurus itu hanya satu persen. Selebihnya adalah energi para kiai,” kata pria yang juga Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu.

 


Sebab, lanjut dia, seorang pesilat yang rajin sowan kepada para kiai dan pesilat lain yang tidak melakukannya akan tampak berbeda.


Lebih lanjut, Gus Nabil dengan tegas mempersilakan anggota PSNU Pagar Nusa untuk keluar dari organisasi, jika tidak sowan kepada para kiai.


“Kalau ada pendekar Pagarnusa yang tidak mau dan tidak pernah sowan kiai, silakan keluar,” tegasnya dengan lantang.


Hal tersebut disebabkan karena dua hal. Pertama, pesilat tersebut tidak mencerminkan sikap sebagai Nahdliyin. Kedua, pesilat tersebut tidak patuh terhadap perintah pimpinan. Padahal, kepatuhan itu telah disumpahkan saat baiat.


Kegiatan ini dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau T Rusli Achmad, Bupati Pelalawan H Syukri, dan Pengasuh Pesantren Darurrahman K Abdurrahman.


Hadir juga Bupati Meranti H Muhammad Adil, Kapolres Pelalawan AKBP Guntur, Majelis Pendekar H Zainal Suwari, Komandan Pasti Malik, dan Wakil Sekretaris PP PSNU Pagar Nusa Nasrul Fani.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×