Nasional

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Sepekan ke Depan

Ahad, 5 Januari 2020 | 11:45 WIB

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Sepekan ke Depan

Santri Siaga Bencana LPBINU membawa bantuan kepada warga Jakarta terdampak banjir yang terisolasi. (Foto: NU Online/Wahib)

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) merilis hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini. BMKG menyebut atmosfer menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan kedepan.

 

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono R Prabowo mengatakan, dalam sepekan kedepan diprediksi terjadi berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) serta meningkatnya pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS).

 

Menurut dia, kondisi ini mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas monsun asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia, meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dinilai dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator.

 

"Berdasarkan model prediksi, aktivitas madden julian oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan kedepan, kondisi ini pun tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia," kata R Mulyono R Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima NU Online, Ahad (5/1).

 

Karenanya, berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memperkirakan dalam periode sepekan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

 

Antara lain di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

 

Kemudian di DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

 

Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

 

"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada," tutupnya.

 

Kontributor: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Aryudi AR