Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

PBB Perbarui Data: 350.209 Orang Tewas dalam Perang Suriah

PBB Perbarui Data: 350.209 Orang Tewas dalam Perang Suriah
Ilustrasi: bendera Suriah kembali dikibarkan di Dara'a, kota asal perang saudara tujuh tahun di negara tersebut. (Foto: Reuters)
Ilustrasi: bendera Suriah kembali dikibarkan di Dara'a, kota asal perang saudara tujuh tahun di negara tersebut. (Foto: Reuters)

Jakarta, NU Online

Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR), Michelle Bachelet merilis data terakhir tentang jumlah korban meninggal dari perang Suriah selama satu dekade atau 10 tahun yang mencapai 350.209 orang.


Itu adalah laporan HAM PBB yang pertama kali dipublikasi soal angka kematian dalam perang Suriah sejak 2014.


“Atas dasar ini, kami telah menyusun daftar 350.209 orang yang teridentifikasi tewas dalam konflik Suriah periode Maret 2011 sampai Maret 2021,” kata Michelle Bachelet, Ahad lalu dilansir Reuters.


HAM PBB meyakini, masih ada angka kematian di luar jumlah itu, yang tidak terhitung. Angka itu termasuk warga sipil dan militan yang tewas selama berkecamuknya perang sipil Suriah. Jumlah itu diperoleh menggunakan metodologi pengumpulan data nama lengkap korban tewas, tanggal serta lokasi kematian.


Seperti dilaporkan AFP, data korban itu diperbarui Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Jumat (24/9/2021). Laporan tersebut juga memperingatkan jumlah kematian sebenarnya akan jauh lebih tinggi.


Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia hanya memasukkan kematian yang dapat diidentifikasi dengan nama lengkap, dengan tempat kematian dan tanggal yang ditetapkan, dari Maret 2011 hingga Maret 2021.


“Kami menilai angka 350.209 ini secara statistik masuk akal, berdasarkan kerja keras,” ujar Michelle Bachelet mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB.


HAM PBB menggunakan sebuah model statistik untuk memberikan angka yang lebih lengkap, yang juga diharapkan bisa mengerucut pada orang-orang yang harus bertanggung jawab atas sejumlah pembunuhan.


Kematian tertinggi dalam perang Suriah yang terdokumentasi ada di Kota Aleppo, dengan 51.731 korban. Kota Aleppo lama dipegang oleh pemberontak, yang menjadi titik nyala konflik. Lokasi lain dengan korban tewas cukup banyak adalah Pedesaan Damaskus (47.483), Homs (40.986), Idlib (33.271), Hama (31.993) dan Tartus (31.369).


Bachelet mengatakan lebih dari satu dari 13 korban dalam hitungan OHCHR adalah seorang wanita yakni 27.727 orang, sementara hampir satu dari setiap 13 adalah anak-anak yakni 27.126 orang. 


Dia menekankan, jumlah yang diperoleh pihaknya hanyalah jumlah minimum dari data yang bisa diverifikasi dan ada jumlah yang tidak terhitung.

 

Sebelumnya pada 20818 lalu, Lembaga pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) pada melaporkan, perang saudara di Suriah yang telah berlangsung selama 10 tahun menewaskan setidaknya 388.652 orang. Dari seluruh korban tewas itu, 117.388 di antaranya merupakan warga sipil, termasuk 22 ribu anak-anak.


Perang Suriah awalnya dipicu oleh unjuk rasa menuntut Presiden Suriah Bashar al Assad mundur. Perang sipil ini telah menjadi krisis pengungsi terbesar di dunia. Negara-negara tetangga Suriah menampung 5,6 juta pengungsi, sedangkan negara-negara Eropa menampung lebih dari 1 juta pengungsi.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon


Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya