Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

10 Tahun Nabung, Petani asal Pati Akhirnya Bisa Berhaji

10 Tahun Nabung, Petani asal Pati Akhirnya Bisa Berhaji
Pasangan petani asal Pati, Jawa Tengah, akhirnya berhaji. (Foto: Dok. MCH Kemenag)
Pasangan petani asal Pati, Jawa Tengah, akhirnya berhaji. (Foto: Dok. MCH Kemenag)

Jakarta, NU Online
Setelah 12 tahun menunggu, akhirnya Muh Subhi dan istrinya bisa tiba di Tanah Suci Makkah pada Ahad (12/6/2022) sekitar pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Setelah singgah ke hotel, keduanya langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf qudum, atau tawaf saat pertama kali tiba di Makkah.


Alhamdulillah, alhamdulillah ya Allah. Bersyukur bisa kembali ke sini lagi, alhamdulillah ya Allah...," kata Muh Subhi tak kuasa menahan tangis saat ditemui usai tawaf di depan Ka'bah, Senin (13/6/2022), sebagaimana dirilis Media Center Haji (MCH).


Petani asal Pati, Jawa Tengah, ini mengaku menabung sedikit demi sedikit dari hasil panennya demi bisa menunaikan rukun Islam kelima itu. Ia berupaya sebisa mungkin mengatur uang hasil panen dengan baik.


Dalam kondisi bagus, dia bisa dapat Rp5 juta. Tetapi, jika sepi hanya Rp2 juta. Dana hasil panen itu dibagi sebagian untuk kebutuhan sehari-hari, untuk pupuk dan bibit, serta sisanya untuk tabungan haji. “Kira-kira sampai sekarang ada 10 tahun (menabung),” tuturnya.


Tentu saja, Subhi sangat senang dapat beribadah secara langsung di depan Ka’bah, kiblat seluruh umat Islam di dunia. “Alhamdulilah senang banget (bisa ke Makkah) sudah menunggu, kemarin tertunda lagi (karena pandemi). Bisa berangkat tahun ini,” lanjut Subhi.


Dia berharap keluarganya, khususnya anak-anaknya, dapat mengikuti jejak langkahnya menunaikan ibadah haji ini. “Dan teman yang masih di daerah juga bisa ke sini,” harap Subhi.


Guru Madrasah Naik Haji
Hampir sama dengan Subhi, Ahmad Muzayin harus menunggu 11 tahun untuk bisa ibadah di Baitullah. Penantian panjangnya ini tentu berakhir dengan kebahagiaan.


“Sangat senang sekali. Menangis (saat pertama melihat Ka'bah),” ucap guru madrasah sesaat setelah menunaikan shalat Subuh di Masjidil Haram, Senin (13/6/2022). 


Ahmad menabung tiga tahun untuk bisa pergi ke Tanah Suci bersama istrinya. Sama seperti Subhi, keberangkatannya tertunda 2 tahun karena pandemi Covid-19.


Pria yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Solo (SOC 1) ini  bercerita mengenai kondisi Saudi yang berbeda dari Indonesia. Hal ini membuat dia harus beradaptasi, terutama dengan cuaca panas. Dia membekali diri dengan semprotan wajah.


“Panasnya luar biasa, pertama kali sampai panas luar biasa. Tapi lama kelamaan akan terbiasa. Saya pakai semprotan air,” ungkapnya.


Saat ini, dia akan berada di Makkah menanti puncak ibadah haji yang dimulai 8 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022. “Tentunya ingin haji yang mabrur,” harapnya.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×