Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Tradisi Malam Qunut di Bulukumba Setiap 16 Ramadhan

Tradisi Malam Qunut di Bulukumba Setiap 16 Ramadhan
Tradisi malam qunut di Bulukumba, masyarakat berkumpul dengan keluarga sambil menyantap makanan tradisional. (Foto: istimewa)
Tradisi malam qunut di Bulukumba, masyarakat berkumpul dengan keluarga sambil menyantap makanan tradisional. (Foto: istimewa)

Bulukumba, NU Online

Masyarakat Bonto Mangngape, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki tradisi setiap menyambut malam 16 Ramadhan.

 

Tradisi itu biasa disebut juga sebagai malam qunut. Pada malam itu, setiap rumah akan menyiapkan makanan-makanan lebaran khas Sulsel. Ada makanan legese, juga ayam nasu likku dan sajian lain sebagai pelengkapnya. Malam qunut itu tradisi yang berlangsung di setiap malam ke 16 di bulan Ramadhan dan selalu dilakukan tiap tahunnya.

 

Tradisi malam qunut ini dilakukan masyarakat Bonto Mangngape dengan berkumpul bersama keluarga. Mulai saat waktu berbuka puasa. Ini dirayakan masyarakat setempat sebagai bentuk rasa syukur karena telah sampai pada pertengahan bulan suci ramadhan.

 

Tradisi malam qunut ini masih terus dilakukan oleh masyarakat Bonto Mangngape sampai saat ini. Bahkan, banyak orang yang ikut andil dalam tradisi ini karena kegembiraannya telah melewati 15 bulan Ramdahan.

 

Menurut Arya Arnita, Lurah Kalumeme, tradisi malam qunut adalah satu kekayaan budaya asli masyarakat Bonto Mangngape dan harus dijaga dan dilestarikan.

 

"Budaya qunut di malam ke-16 Ramadhan ini adalah sesuatu yang luar biasa, patut diapresiasi, dan dijaga kelestariannya. Tradisi masyarakat kita ini juga menjadi daya tarik tersendiri," kata Arnita, Rabu (28/4).

 

Kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Bonto Mangngape sejak dulu ini sudah cukup dikenal oleh masyarakat Kabupaten Bulukumba."Kegiatan ini bahkan banyak dibicarakan oleh masyarakat di daerah lain, dan tidak sedikit yang memuji dan tertarik untuk menyaksikan tradisi malam qunut ini," ungkap dia.

 

Ia pun berharap, para generasi muda Bonto Mangngape dapat terus menjaga kearifan lokal tradisi malam qunut, yang merupakan tradisi syukuran telah melalui pertengahan bulan Ramadhan ini.

 

"Salah satu keunikan yang ada di tradisi ini adalah di mana warga setiap rumah melaksanakan tradisi malam pertama qunut di bulan Ramadhan. Kegiatan ini mengandung makna silaturahmi," tandasnya.

 

Kepala lingkungan Bonto Mangngape Nasrun mengatakan, malam qunut ialah tradisi yang dilakukan turun temurun setiap malam pertengahan bulan Ramadhan. "Dan akan tetap dijaga dan dilestarikan sebagai budaya keislaman," tuturnya.

 

Tradisi malam qunut di Ramadhan tahun lalu dan tahun ini yang masih di masa pandemi Covid-19, tentunya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan, memakai hand sanitizer, dan menjaga jarak.

 

Kontributor: Ridwan
Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya