Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Pekan Rajabiyah, NU Pragaan Sumenep Sediakan Layanan Ruqyah

Pekan Rajabiyah, NU Pragaan Sumenep Sediakan Layanan Ruqyah
Terapi ruqyah yang digelar JRA Pragaan Sumenep dalam rangkaian pekan rajabiyah. (Foto: NU Online/Firdausi)
Terapi ruqyah yang digelar JRA Pragaan Sumenep dalam rangkaian pekan rajabiyah. (Foto: NU Online/Firdausi)
Sumenep, NU Online 
Siapa saja berkeinginan memiliki tubuh yang sehat. Jauh dari penyakit karena bila sakit akan mengurangi kegiatan harian. Kalau ternyata mengalami gangguan kesehatan, yang dilakukan adalah mencari pengobatan alternatif sebelum akhirnya ke dokter.
 
Bagi sebagian kalangan, pengobatan secara non-medis yang dikenal dengan sebutan ruqyah menjadi jalan alternatif bagi masyarakat pedesaan dan Nahdliyin. Model penyembuhan penyakitnya dengan cara membacakan beberapa potongan ayat al-Quran agar kembali sehat seperti sedia kala.
 
Semangat itu juga yang muncul dalam rangka memperingati pekan Rajabiyah dan hari lahir ke-97 Nahdlatul Ulama di kawasan Pragaan, Sumenep, Jawa Timur.
 
Lembaga kesehatan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan bekerja sama dengan Jamiyah Ruqyah Aswajah (JRA) setempat memberikan solusi dan pelayanan secara medis dan  non-medis kepada masyarakat. 
 
Acara yang dipusatkan di aula kantor NU setempat tersebut, warga menerima pelayanan hampir sama dengan yang diberikan dokter. Hanya saja metode ruqyah orientasinya mengeluarkan aura negatif dalam tubuh.
 
"Jam'iyah Ruqyah Aswaja adalah satu-satunya komunitas ruqyah yang dengan lantang menyatakan diri sebagai komunitas ruqyah yang berafiliasi kepada NU. Menjadi Nahdliyin seyogyanya menguasai ilmu ruqyah, bekam, gurah dan herbal atau thibbun nabawi yang berbasis Aswaja an-Nahdliyah,” kata Kiai Mahtum Ridho Abduh, Rabu (4/3).
 
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) JRA Pragaan tersebut menjelaskan komunitasnya berjuang dan berdakwah bahwa Al-Qur'an adalah obat pertama bagi orang sakit.
 
“Hal tersebut seperti halnya Nabi Muhammad SAW yang mengobati Abu Bakar RA saat tersengat kalajengking di Gua Hira,” jelasnya.
 
Saat kegiatan tersebut, ada puluhan peserta yang diruqyah oleh praktisi. Berdasarkan hasil analisa, menyoritas penyakit yang diderita adalah stroke ringan, insomnia, makan tidak teratur, teridikasi sihir, gangguan jin, hingga penyakit-penyakit ringan lain. 
 
“Terapi dengan air, doa dan ayat-ayat al-Qur'an hingga hipnoterapi berjalan sekitar 1 jam,” terangnya.
 
Salah seorang peserta, H Hamdani menangis histeris dan muntah. 
 
“Setelah diruqyah, badan dan pikiran saya serta sejumlah peserta terasa segar,” akunya.
 
Kotnributor: Firdausi
Editor: Ibnu Nawawi
 

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya