Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Maulid Nabi itu Bukan Sunnah, Tapi "Wajib"

Maulid Nabi itu Bukan Sunnah, Tapi "Wajib"
Bandar Lampung, NU Online 
Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Maron Loano Purworejo Jawa Tengah KH Abdul Hakim Hamid mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sering dilaksanakan oleh Warga NU bukanlah perintah Nabi.

“Kita mengagungkan Nabi Kita Muhammad SAW dengan mengadakan peringatan ini, bukan karena perintah dari beliaunya. Beliau itu santun sekali tidak pernah perintah yang membebani ummatnya. Saya enggak yakin kalau perintah maulid itu perintah dari beliau,” katanya saat pada Kegiatan Lailaul Ijtima’ sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah  Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung, Ahad malam (18/12).

Namun menurutnya, pelaksanaan Maulid ini nyata-nyata merupakan isyarat perintah Allah yang termaktub dalam Quran. “Saya lebih sepakat kalau peringatan maulid  Nabi itu tidak sunnah, tapi wajib,” tegasnya sembari menyebutkan dan menjelaskan Ayat Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 157 yang mengandung perintah untuk memuliakan dan menghormati Nabi Muhammad SAW. Dan salah satu bentuk untuk memuliakannya, adalah dengan memperingati kelahirannya.

Gus Hakim, begitu ia biasa disapa juga mengatakan bahwa peringatan kelahiran Nabi tidak hanya dapat dilakukan pada bulan Maulid saja, namun bulan-bulan lain dan setiap saat juga dapat dilaksanakan. Namun jika dilakukan tepat pada bulan Maulid, menurutnya, akan menambah kesakralan dari peringatan tersebut.

Memuliakan Nabi Muhammad SAW tambah Gus Hakim, juga sudah dilakukan oleh Nabi Adam dan Siti Hawa yang merupakan manusia pertama di dunia ini. Nabi Adam  membayar mahar kepada Hawa berupa bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.  

Hal ini menunjukkan betapa mulianya Nabi Muhammad yang nur atau cahayanya sudah diciptakan Allah jauh sebelum diciptakannya Nabi Adam dan Hawa.
 
“Nama Nabi Muhammad ditulis saja sudah jadi syafaat, apalagi membaca shalawatnya. Apalagi mengagungkan dan mengikuti perintahnya. Luarbiasa,” tegasnya. 

Oleh karenanya, dengan spirit maulid, ia mengajak ummat Islam untuk mengikuti perjuangan Nabi Muhammad SAW melalui jamiyyah Nahdlatul Ulama dan menyatukan semua komponen untuk mendapatkan barakah maulid. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×