Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Ketua Arsinu Pastikan Kesedian Oksigen di Jombang Aman

Ketua Arsinu Pastikan Kesedian Oksigen di Jombang Aman
Ilustrasi Covid-19 NU Online
Ilustrasi Covid-19 NU Online

Jakarta, NU Online


Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU), KH Muhammad Zulfikar As'ad atau akrab disapa Gus Ufik, memastikan bahwa ketersediaan oksigen di beberapa rumah sakit (RS) daerah Jombang, Jawa Timur masih cukup dan aman. 


"InsyaAllah ketersediaan oksigen RS di daerah Jombang dan sekitarnya aman," kata Gus Ufik, sapaan akrabnya, kepada NU Online, Jumat (9/8).


Ia mengatakan, bahwa pihaknya bersama Satgas Covid-19 Jombang melakukan peninjauan ketat dalam pendistribusian oksigen ke beberapa RS, karena informasi bahwa ketersediaan oksigen di luar daerah banyak mengalami kekurangan. 


"Contohnya dengan pengaturan surat jalan dan bahkan sampai ada pengawalan dari aparat. Sehingga peruntukannya tepat pada sasaran," katanya lagi. 


Wakil Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur tersebut juga meminta agar seluruh jajaran di Jombang mengambil langkah-langkah antisipasi agar di wilayah tersebut tidak sampai mengalami kekurangan oksigen untuk kebutuhan medis. 


"Saya meminta kepada aparat, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang menghalangi atau menghambat pendistribusian oksigen ke RS, khususnya RS rujukan Covid-19," pinta Gus Ufik. 


Sementara itu, terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Gus Ufik menuturkan bahwa akibat minimnya sosialisasi saat penerapan PPKM membuat warga khususnya tenaga kesehatan (nakes) yang beraktivitas di Jombang menjadi susah. 


"Karena sebagaimana keluhan dari para nakes, mereka merasa kesulitan sebab jalan yang biasa mereka lewati ditutup karena adanya PPKM ini," ujarnya.


Menurut dia, seharusnya pemerintah tidak hanya sekedar membuat regulasi dan aturan, tapi pemerintah juga harus memastikan setiap warga negara yang terdampak akan kebijakan tersebut mengetahui informasinya. 


Hal senada diungkapkan juga oleh Ketua Satgas Covid-19 PBNU, dr Muhammad Makky Zam-Zami. Ia mengatakan bahwa kurangnya koordinasi pemerintah dengan masyarakat menjadikan PPKM kurang maksimal. Pasalnya, di beberapa titik masih sering ditemukan penumpukan para pengendara karena minimnya informasi jalan-jalan yang ditutup. 


"Yang saya lihat PPKM ini membatasi mobilitas akses beberapa jalan. Namun, menjadi evaluasi karena akhirnya menjadikan satu kerumunan sebab tidak ada pemberitahuan di mana saja akses jalan yang ditutup," tegas dr Makky 


Kontributor: Syifa Arrahmah
Editor: Syakir NF



Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya