Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Peringatan Maulidurrasul

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Peringatan Maulidurrasul
Pekalongan, NU Online
Puluhan ribu ummat Islam Rabu (9/3) dari berbagai daerah menghadiri peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar di Kanzus Sholawat Pekalongan.

Acara kegiatan peringatan maulid yang diprakarsai Habib Muhammad Luthfy bin Ali Bin Hasyim bin Yahya merupakan awal kegiatan dari 95 tempat yang akan menggelar kegiatan sejenis pada tahun 1432 Hijriyah.<<>br />
Sejak malam jalan dr. Wahidin sepanjang 500 meter telah dipadati oleh jama'ah dari berbagai penjuru. Meski kegiatan inti baru dilaksanakan pagi harinya hingga jam 15.00 wib, tak menyurutkan warga datang lebih awal untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan maulid.

Beberapa tamu dari luar daerah dari kalangan pejabat nampak hadir seperti Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini, Rektor Universitas Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Saifullah Yusuf, Anggota DPR yang juga Ketua Umum PP GP Ansor H. Nusron Wahid dan puluhan tamu penting lainnya dari luar jawa hingga luar negeri hadir bersama-sama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan maulid yang digelar sejak pagi.

Kehadiran puluhan ribu ummat Islam di arena maulid ternyata juga banyak dimanfaatkan tangan tangan jahil untuk mengambil kesempatan pengunjung yang lengah usai acara. Terbukti puluhan pengunjung melapor ke panitia telah kehilangan barang seperti handphone, dompet hingga uang. Sehingga usai acara berkali kali diumumkan panitia agar pengunjung lebih hati-hati dan waspada.

Helmi Faisal Zaini yang ditunjuk untuk mewakili pemerintah dalam sambutannya mengatakan, Indonesia oleh pengamat Internasional dianggap contoh terbaik sebagai sebuah negara dengan mempertahankan tiga pilar, yakni penduduk Islam yang mayoritas, demokrasi berkembang dengan baik dan modernitas dengan mengikuti perkembangan zaman. Ketiga pilar ini menjadi Indonesia aman dan damai serta teladan bagi negara lain.

Dikatakan, keberhasilan Indonesia menjalankan tiga pilar tidak lepas dari peran para alim ulama dan tokoh masyarakat, sehingga kemakmuran bisa berkembang dengan aman dan damai.

"Sebagai negara yang berpenduduk terbesar keempat setelah China, India dan Amerika Serikat, Indonesia berhasil menjalankan tiga prinsip, yakni ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah (kemanusiaan) dan ukhuwah wathoniyah (kebangsaan). Ketiga prinsip ini yang menjadikan Indonesia menjadi aman dan tenteram," ujarnya.

Kegiatan maulid yang rutin diselenggarakan telah menjadi agenda rutin tahunan, tidak saja di Kanzus Sholawat, akan tetapi di berbagai tempat akan menggelar kegiatan sejenis hingga menjelang bulan Ramadhan 1432 Hijriyah. Bagi mereka, menggelar kegiatan peringatan maulid tidak terbatas pada bulan maulid saja, akan tetapi bisa dilaksanakan kapan saja dimana saja. Sehinghga tidak heran, meski telah memasuki bulan Sya'ban kegiatan maulid masih terus berjalan dan terdengar puji pujian kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Sementara itu, untuk mengamankan kegiatan yang dihadiri puluhan ribu ummat Islam, Polres Pekalongan Kota dibantu oleh ratusan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari tiga wilayah, yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang. (iz)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Warta Lainnya

Terpopuler Warta

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×