Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Menyejukkan Umat dan Bangsa Melalui Mimbar Jumat

Menyejukkan Umat dan Bangsa Melalui Mimbar Jumat
Antologi Khutbah Jum’at Pilihan: Membumikan Islam Rahmatan lil ‘Alamin
Antologi Khutbah Jum’at Pilihan: Membumikan Islam Rahmatan lil ‘Alamin

Tak biasanya, kantukku hilang saat itu ketika mendengar khutbah Jumat (8/9/2017) di masjid terdekat dari indekos di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Pasalnya, penyampaian khatib begitu mengganggu telinga. Bagaimana tidak, ada banyak hal yang tidak tepat dilakukannya.


Pertama, ia menyampaikan wasiat takwanya hanya kepada diri sendiri. Kok bisa? Iya bisa. Khatib yang mengaku sebagai doktor kampus ternama di sana itu melafalkan wasiatnya demikian, ushini wa iyyaya bi taqwallah. Sontak saja telinga saya mengirim sinyal ke otak mengolah ucapan khatib itu. Dua kata ganti yang menjadi objek itu merupakan kata ganti pertama, yakni dengan menggunakan ya mutakallim yang dipisah dengan nun wiqayah dan dlamir munfashil mahal nashab, iyyaya. Mestinya, lafal wasiat disampaikan, ushikum wa iyyaya, ditujukan ke orang kedua (mukhatab) lebih dahulu, baru kemudian kepada diri sendiri.


Hal lain yang mengusik pikiran saya, sampai kantuk yang biasanya mampir itu kabur, adalah ayat yang dibacanya. Saat itu, Jumat menjelang Idul Adha. Sang khatib bercerita mengenai mimpi-mimpi Nabi Ibrahim. Namun, ayat yang dibaca malah tentang mimpi Nabi Yusuf. Fatalnya lagi, ia juga salah mengucapkan lafalnya. Seharusnya, ayat tersebut berbunyi ya abati f’al, dia membacanya ya bunayya f’al.


Karena dua hal itu, saya pun memberanikan diri mendekat kepada khatib. Saya menyampaikan dua koreksi di atas kepadanya. Saat itu juga, saya menyarankan kepadanya agar berkhutbah dengan membawa teks. Tak ada salahnya membawa catatan dalam menyampaikan khutbah. Tidak ada dalil yang melarang, meskipun tidak ada juga yang mewajibkan. Setidaknya, catatan yang dibawa dapat memberikan panduan penyampaian dan menjaganya dari kesalahan. Namun, saya justru disepelekan karena usia yang lebih muda dan pendidikan yang lebih rendah.


Oleh karena itu, kehadiran buku Antologi Khutbah Jum’at Pilihan: Membumikan Islam Rahmatan lil ‘Alamin yang ditulis H Muhammad Faizin ini sangat penting. Pertama, teks khutbah Jumat membantu para khatib untuk menyampaikan khutbah sesuai dengan tema yang diinginkan, khususnya dalam situasi tertentu.


Kedua, antologi khutbah Jumat ini mengusung tema rahmatan lil alamin. Pasalnya, tak jarang mimbar khutbah menjadi ajang untuk menyuarakan kekerasan, menyampaikan prasangka buruk, hingga caci maki. Mimbar yang suci itu tidak boleh lagi dikotori dengan makian dan ungkapan yang mengandung kebencian.


Khutbah Jumat ini juga sangat kontekstual dengan kondisi yang berlangsung di era sekarang, seperti banjir informasi, belajar agama dari internet, kebinekaan, kerukunan, cinta tanah air, hingga korupsi. Tema-tema itu diulas secara baik dalam setiap khutbahnya yang tidak terlalu lama, juga tidak singkat. Namun sayangnya, beragam tema itu tidak diklasifikasikan dalam bab-bab khusus sehingga memudahkan khatib untuk memilah-milihnya.


Ukuran huruf (Font) yang dipakai di buku ini juga terlalu kecil, khususnya untuk teks Arab. Terlebih pilihan jenis fon juga kurang nyaman dibaca. Barangkali, khatib akan kesulitan membaca ketika di atas mimbar karena persoalan fon ini.


Kumpulan khutbah ini juga dilengkapi dengan khutbah-khutbah ibadah lainnya, seperti shalat idul fitri dan idul adha, shalat istisqa, hingga shalat gerhana bulan dan matahari. Sayangnya, tidak ada khutbah nikah.


Lepas dari itu, buku kumpulan khutbah Jumat yang ditulis oleh para penulis NU Online ini menjadi sarana penting untuk menjadikan mimbar Jumat di masjid-masjid sebagai wahana untuk menyuarakan Islam rahmatan lil ‘alamin, agama yang menyejukkan kebangsaan kita. Mimbar khutbah Jumat bukanlah tungku yang memanaskan suasana kehidupan masyarakat Indonesia yang damai.


Peresensi, Syakir NF, alumnus Pondok Buntet Pesantren Cirebon


Identitas Buku


Judul        : Antologi Khutbah Jum’at Pilihan: Membumikan Islam Rahmatan lil ‘Alamin
Penulis     : H Muhammad Faizin, dkk.
Tebal        : xvi + 205 hlm
Tahun       : 2021
Penerbit    : Alif.id
ISBN          : 978-623-94916-3-5


Terkait

Pustaka Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya