Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan

Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan

Salatiga, NU Online
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pogram pengembangan keterampilan bagi pesantren-pesantren di provinsi setempat. Program tersebut diwujudkan dengan memberikan sejumlah peralatan dan pelatihan keterampilan tertentu yang bisa menunjang kiprah para santri ketika terjun di masyarakat kelak.
<>
Sebagaimana tampak di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga, Senin (21/12). Ada sekitar 40 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan berupa mesin jahit, mesin pengolahan Tasudo (Tahu, Susu, Donat), dan mesin pembuatan peci.

Seperti Pesantren Al-Firdaus Ngaliyan yang mendapat bantuan mesin jahit, Pesantren Sunan Ampel Kendal yang mendapat bantuan Mesin Tasudo, dan Pesantren Roudhotut Tholibin Rembang memperoleh bantuan mesin pembuatan peci. Selain bantuan peralatan, Kemenag Jateng juga memberikan kursus pendek guna membekali pesantren untuk langsung bisa mempraktikan alat dan mesin yang diterimanya. Arahan mentor atau pengajar yang ahli memudahkan peserta pelatihan untuk bisa menggunakan mesin sesuai tata cara penggunaannya yang benar.

Acara yang berlangsung sehari penuh ini menambah antusias peserta perwakilan pesantren untuk mempraktikkan dan mencoba menjahit kain, membordir peci, dan mengolah kedelai menjadi tahu, susu kedelai, dan donat.

"Dengan begitu seorang santri ketika nanti sudah selesai dalam mengaji dan meninggalkan pondok pesantren akan bisa berkiprah di masyarakatnya sebagai orang yang berguna, serta tidak menjadi beban masyarat," ungkap Muhtasit selaku Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jateng.

Hal senada juga diungkap oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Sholihin bahwa sebagian besar lulusan pesantren sangat kurang memadai di bidang teknologi dan keterampilan. Menurutnya, selama ini mereka seakan terkungkung dalam labirin suci hingga membuat mereka lupa dan mengabaikan bekal lain yang harus dikuasai santri. (Zulfa/Mahbib)


Pesantren Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya