Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Anggota Komisi VI DPR Dorong Modernisasi Alat Pertanian

Anggota Komisi VI DPR Dorong Modernisasi Alat Pertanian
Anggota Komisi VI DPR RI, Siti Mukaromah. (Foto: dpr.go.id)
Anggota Komisi VI DPR RI, Siti Mukaromah. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, NU Online

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Siti Mukaromah mendorong modernisasi pertanian melalui pengembangan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.


"Sektor pertanian penting karena merupakan gerbang untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di bidang pangan," ujar Siti Mukaromah saat berkunjung ke Cilacap, Ahad (10/1) lalu dikutip Antara.


Siti menegaskan bahwa modernisasi alat dan mesin pertanian dibutuhkan karena petani juga merupakan subjek penting dalam pembangunan nasional dalam hal penyediaan pangan.


Di Kabupaten Cilacap, Bu Erma, sapaan akrab Siti Mukaromah menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa cultivator dan mesin penyedot air dari Kementerian Pertanian RI kepada tiga kelompok tani dari berbagai daerah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.


Menurutnya, para petani membutuhkan penggunaan alat dan mesin pertanian karena dapat membantu petani untuk mempercepat tanam dan meringankan biaya usaha tani sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian.


Ia mengharapkan, dengan banyaknya petani yang maju, maka makin kuat ketahanan pangan di Indonesia. "Syukur-syukur kita bisa melakukan ekspor hasil tani jika kebutuhan pangan di dalam negeri sudah tercukupi," jelasnya.


Tiga kelompok tani yang mendapat bantuan ialah Kelompok Tani Amanah Desa Bunton-Kecamatan Adipala, Kelompok Tani Marga Sari Desa Patimuan-Kecamatan Patimuan, dan Kelompok Tani Mugi Berkah Desa Adimulya-Kecamatan Wanareja.


Dalam kesempatan tersebut para kelompok tani menyampaikan usulan terkait evaluasi ulang terhadap pendataan pemberian pupuk bersubsidi oleh pemerintah agar tidak menimbulkan kecemburuan. Mereka juga menyampaikan usulan pengadaan traktor.


Pewarta: Fathoni Ahmad


Terkait

Parlemen Lainnya

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya