Nasional

Tips Memberi Nasihat yang Baik ala Habib Syech

Ahad, 30 Mei 2021 | 22:00 WIB

Tips Memberi Nasihat yang Baik ala Habib Syech

Tangkap layar video Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf

Jakarta, NU Online

Dalam berbagi ilmu pengetahuan ataupun nasihat kepada orang lain, diperlukan cara yang baik, agar hal tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan dampak buruk. Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf melalui kanal YouTube miliknya mengatakan, dalam berdakwah misalnya, si pendakwah tidak boleh merasa dirinya lebih baik dari pada orang yang ada di hadapannya.

 

"Jadi mereka seakan-akan kalau berbicara menasihati diri sendiri bukan menasihati orang yang di depannya atau orang yang bertanya," katanya dalam tayangan Sapa Habib Syech yang dipandu oleh Ustadz Aliy Bachrun, Ahad (30/5).

 

Sebagaimana yang terjadi ketika khotbah Jumat, Ushikum wa nafsi bitaqwa, aku menasihati anda semua dan diriku sendiri untuk bertaqwa. Pimpinan Majelis Ahbaabul Mustofa itu menjelaskan, Rasulullah SAW dalam menasihati para sahabat, beliau mengawali dengan kalimat indah atau cinta, agar orang tersebut tertarik.

 

"Aku cinta kepadamu wahai fulan, maukah engkau aku beri nasihat? mari kita bersama-sama menuju surga, jangan tinggalkan shalat, ibadah, dan mari singkirkan semua bentuk kemaksiatan," ujar Habib Syech menirukan Rasullullah SAW.

 

Dengan begitu, menurut Habib yang gemar bershalawat itu, orang yang dinasihati akan merasa senang, nyaman, dan tertarik. Ketimbang menasihati dengan nada keras ataupun marah-marah.

 

Besok-besok orang yang kita nasihati ini akan mencari kita, sebab dia merasa senang kita perlakukan dengan cara begini. "Kalau orang sudah mencari kita, insyaallah aman dan baik. Kita juga mendapatkan pahala berkat orang tersebut menjalankan apa yang kita nasihatkan kepadanya," tutur Habib Syech.

 

Lebih lanjut, Habib Kelahiran Surakarta, 20 September 1961 itu menegaskan, jika nanti orang yang diberi nasihat tidak juga berubah berbuat baik, hal tersebut tidak perlu di pertentangan. "Perihal ia menjadi baik atau tidak itu bukan urusan kita. Kita hanya menyampaikan, selanjutnya urusan dia dengan Tuhan-Nya. Namun, kita tetap harus memakai sistem yang tepat untuk menghadapi mereka," ujarnya.

 

Habib Syech menegaskan, bahwa kita harus yakin akan nasihat yang disampaikan kepada mereka itu tidak untuk mereka saja, melainkan diri kita yang utama.

 

Sebetulnya, kita akan dinasihati dengan apa yang kita sampaikan kepada orang-orang yang kita nasihati. "Jadi, seandainya mereka tidak ada yang berbuat baik, ya tidak apa-apa. Yang terpenting kita sudah melakukan yang terbaik. Dan dengan mendengar nasihat melalui lisan kita untuk diri kita, hal itu juga bisa menjadikan kita tenang," ungkapnya.

 

Kontributor: Disisi Saidi Fatah
Editor: Aiz Luthfi