Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Riyadhoh Muslimat NU DKI, Kiai Said Ingatkan Tiga Agenda Besar Organisasi  

Riyadhoh Muslimat NU DKI, Kiai Said Ingatkan Tiga Agenda Besar Organisasi  
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Foto: dok NU Online)
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Foto: dok NU Online)

Jakarta, NU Online

Di antara pesan dalam Al-Qur'an yang mengatakan tidak ada kebaikan, dan tidak ada manfaatnya dihadapan Allah SWT dalam berorganisasi kalau tidak mempunyai tiga agenda besar.

 

Agenda besar yang pertama menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj adalah Amaro Bisodaqotin yaitu peduli fakir miskin, peduli terhadap sesama, dan jangan sampai membiarkan orang di sekitar kita kelaparan.

 

"Amaro bisodaqotin ini prinsip sosial menurut versi Al-Qur'an, di samping zakat, kalau zakat itu sudah wajib bagi umat Muslim, karena kalau tidak mengeluarkan zakat itu bukan orang Islam, tapi di luar itu kalau melihat tetangga kita masih ada fakir miskin, harus kita bantu," papar Kiai Said saat memberikan tausiyah di acara Riyadhoh dan Doa Bersama Keluarga Besar Muslimat NU yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta secara virtual, Kamis, (11/02).

 

Cara membantunya, lanjut Kiai Said, Muslimat NU perlu membuat program bagaimana cara mengentaskan kemiskinan. "Bukan sporadis seperti kita membantu secara pribadi, tapi bagaimana organisasi mempunyai kebijakan atau program dalam mengentaskan kemiskinan, itu namanya amaro bisodaqotin," papar Kiai Said.

 

Contoh sikap perilaku yang mulia itu pernah ditunjukkan oleh para sahabat, dan para ulama terdahulu, bagaimana mereka saling menolong bahkan lebih mementingkan orang lain. "Pernah suatu ketika saat Perang Uhud salah seorang dari sahabat kehausan, namun saling mengalah dan saling mendahulukan orang lain, walaupun diri sendirinya butuh untuk minum, itulah puncaknya ahlakul karimah," jelas Kiai Said.

 

"Yang kedua, yaitu beramal baik atau positif, yaitu membangun pendidikan dan kesehatan, bagaimana cara Muslimat NU sangat peduli dengan pendidikan sesuai dengan hasil Muktamar di Jombang, yaitu pendidikan dan kesehatan. di sini pentingnya madrasah, pentingnya pesantren. Apalagi beberapa taman Al-Qur'an dan PAUD dikelola oleh Muslimat NU. Jika hal ini sudah dilakukan maka termasuk sebagai orang yang telah menjalankan perintah Allah," lanjut Kiai Said.

 

 

Oleh karenanya, agar Muslimat NU mempunyai nilai dan organisasi yang bermutu serta berkualitas, agar peduli dengan pendidikan terutama pendidikan yang dasar. Harus diingat juga bahwa pendidikan ada empat macam.

 

"Yang pertama adalah ta'lim atau transfer of knowledge. Dari ta’lim kalau sudah tingkatkan lagi menjadi tadris, yaitu mengamalkan ilmunya atau praktikum. Kemudian ditingkatkan lagi menjadi ta’dib, yaitu disiplin. Hal itu harus kita bangun supaya kita berilmu dan disiplin," jelasnya.

 

Agenda yang terakhir adalah tarbiyah, yaitu ruhaniah atau spiritual membangun kekuatan spiritual ruhaniah. Inilah kesempurnaan metode falsafati atau filosofi pendidikan yang harus diamalkan. Selain itu harus peduli juga terhadap kesehatan.

 

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa juga turut hadir dan memberikan apresiasi kepada Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI. Ia berharap agar kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap hari Kamis itu tidak hanya sebagai media silaturahim secara organisatoris tapi media pengayaan keilmuan.

 

Kontributor: Anty Husnawati
Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya