Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Rektor Komaruddin Hidayat Harap UIII Jadi Pusat Masyarakat Ilmiah

Rektor Komaruddin Hidayat Harap UIII Jadi Pusat Masyarakat Ilmiah
Rektor UIII Prof Dr Komaruddin Hidayat dalam webinar tentang Islam Wasathiyah. (Foto: tangkapan layar)
Rektor UIII Prof Dr Komaruddin Hidayat dalam webinar tentang Islam Wasathiyah. (Foto: tangkapan layar)

Jakarta, NU Online
Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, kampus UIII merupakan kampus bertaraf internasional. Ia akan menjadi pusat pengkajian kebudayaan Islam yang modern, toleran, dan berkemajuan.


"Secara fisik, kampus ini didesain sebagai kampus yang ikonik dan futuristik. Diharapkan, inilah salah satu model kampus dengan arsitektur tropical," kata dia dalam serial Webinar ke-5 bertema Pengaruh Studi-Studi Islam dalam Membumikan Nilai Wasathiyah di kawasan Arab Maroko: Model Khas al-Qarawiyyin, Rabu (7/7) sore.


Komaruddin Hidayat mengatakan, pihaknya berharap para mahasiswa dan civitas akademika nantinya bisa menikmati suasana kampus yang hijau. Kemudian, mereka juga bisa berolah raga di kala pagi dan sore, naik sepeda dari asrama ke fakultas, perpustakaan, dan masjid.


"Kampus ini kita harapkan betul-betul sebagai pusat dari masyarakat ilmiah. Mereka ke sini betul-betul fokus untuk studi," harap pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 18 Oktober 1953 ini.


Menurut dia, di samping Indonesia sebagai laboratorium yang hidup, pengalaman berdemokrasi, pengalaman dalam mendirikan republik ini, dan ini bukan negara Islam.  "Kita juga menjaga kebhinekaan. Hal-hal seperti ini kan unik sekali," paparnya.


"Nah, bagaimana ini bisa kita kemas dalam satu format akademik dan budaya kemudian menjadi semacam konsumsi intelektual bagi warga Indonesia, dan juga bagi masyarakat luar yang datang ke sini. Sebuah universitas itu mesti ada yaitu program humaniora, ilmu sosial, sains, di samping juga studi keagamaan," sambungnya.


Dengan adanya beberapa tenaga ahli dari dalam negeri dan mancanegara, kata Komar, tidak saja memberi kuliah bagi mahasiswa dalam kelas. Akan tetapi, kita harapkan mereka juga bisa memberi manfaat bagi komunitas di luar kampus.


"Dengan demikian, kampus ini tidak saja dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Kita harapkan kampus ini dimiliki juga oleh dunia Islam," tandas Rektor Komaruddin.


Ia menambahkan, keislaman yang berkembang dan yang kita kembangkan itu keislaman yang terkoneksi, terbuka, berdialog dengan ilmu-ilmu yang lain. Ia ingin UIII juga menyambung perkembangan sejarah yang telah terputus, satu bangunan ilmu yang sudah terpisahkan, terdistorsi, dan termiskinkan.

 

"Kampus Islam itu tidak hanya Islamic studies saja sesungguhnya. Tetapi, juga mencakup berbagai ilmu-ilmu yang lain. Dari UIII, diharapkan lahir intelektual yang memahami persoalan kehidupan global, menghadirkan solusi yang efektif dan bermanfaat untuk semesta," tandasnya.


Secara khusus, Rektor UIII juga menyapa dengan hangat Prof Dr Mohammed Rougi, mantan Rektor Universitas al-Qarawiyyin yang juga Ketua Komite Syariah Perbankan Islam Maroko. Komaruddin menyapa narasumber Webinar ke-5 ini dengan Bahasa Arab yang fasih.


Diskusi yang berlangsung dengan pengantar Bahasa Arab ini dimoderatori Dosen Fakultas Islamic Studies UIII Dr HM Ilyas Marwal, Ketua Umum Himpunan Alumni Maroko di Indonesia (Himami).

 

Hadir dalam webinar tersebut antara lain Direktur SDM dan Pengembangan Usaha UIII Prof Dr Amsal Bakhtiar, Sekretaris UIII Dr Chaider S Bamualim, dan ratusan peserta yang tergabung dalam zoom meeting.


Pewarta: Musthofa Asrori
Editor: Kendi Setiawan



Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya