Nasional

Pakai Angklung dan Baju Adat, Paduan Suara UNUSA Meriahkan Apel Hari Santri 2023

Ahad, 22 Oktober 2023 | 06:00 WIB

Pakai Angklung dan Baju Adat, Paduan Suara UNUSA Meriahkan Apel Hari Santri 2023

Paduan suara mahasiswa UNUSA pada apel Hari Santri 2023, Ahad (22/10/2023) di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Naufa)

Surabaya, NU Online 

Sebanyak 150 mahasiswa paduan suara Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memeriahkan Apel Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, pada Ahad (22/10/2023) pagi dengan mengenakan baju adat.


Nur Chofifah, salah seorang anggota paduan suara dari UNUSA mengatakan, ia bersama rekan-rekannya itu telah berlatih sejak satu bulan lalu atau pertengahan September 2023.


Di hadapan Presiden Joko Widodo dalam Apel Hari Santri 2023 ini, mereka membawakan beberapa lagu. Di antaranya Mars Syubbanul Wathan atau Ya Lal Wathan, Mars Hari Santri, dan Shalawat Asyghil. Mereka juga akan menyanyikan lagu Assalamualaik untuk mengiringi Presiden Jokowi saat meninggalkan lapangan apel. 


Menariknya, dalam paduan suara UNUSA ini juga ada iringan alat musik angklung dari Jawa Barat sejumlah 19 buah. Chofifah mengatakan bahwa adanya angklung dalam paduan suara ini sebagai sebuah bentuk kolaborasi kesenian dari mahasiswa UNUSA. 


"Ini adalah sebuah kolaborasi dari tim kesenian. Jadi, di UNUSA ada bidang kesenian yang di dalamnya ada sendra tasik (seni, drama, tari, musik), hadrah, dan paduan suara. Untuk saat ini yang berkolaborasi adalah paduan suara dengan sendra tasik bidang musik," kata Chofifah.


Ia mengatakan, alat musik angklung sengaja dipilih untuk membuktikan bahwa Hari Santri merupakan perayaan atas keberagaman Indonesia. 


"Kita ingin mengolaborasikan kesenian yang ada di Indonesia dengan paduan suara ini. Kita inisiatif untuk menampilkan (angklung) di Hari Santri, sehingga ada pengolaborasian antara kesenian dengan paduan suara. Jadi kebudayaannya itu masih muncul," kata Chofifah. 


NU Online juga mewawancarai anggota paduan suara yang akan membawakan shalawat Asyghil dengan suara alto. Mereka adalah Irsanti Joenitasari Bercha Akbar (Echa) dan Octavia Cahya Wahidiyani (Via). 


Kepada NU Online, Echa sangat bahagia karena akan tampil dengan disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi, para kiai, dan para pejabat kenegaraan. Namun, ia yakin akan bisa tampil dengan suara yang maksimal karena latihan yang rutin. 


 "Alhamdulillah sangat senang, bahagia. Kita menjaga suara agar stabil, caranya dengan latihan. Karena ada pelatih khusus untuk paduan suara," jelas Echa. 


Sementara itu, Via menjelaskan soal perannya bersama Echa yang akan membawakan shalawat Asyghil dengan suara alto. Ia kemudian menjelaskan jenis-jenis vokal. 


"Jadi namanya suara 1, itu suara dasar. Lalu suara 2 lebih tinggi. Suara 3 lebih tinggi lagi. Kalau dimasukkan ke dalam paduan suara, suara dasar yang disebut suara sopran itu yang membawakan cewek. Yang kedua suara alto," jelas Via. 


"Sebaliknya, suara alto yang di paduan suara itu lebih rendah dari suara dasar. Nah terus ada lagi yang lebih tinggi lagi, tingginya cowok namanya suara tenor. Ada juga suara bass, itu cowok yang membawakan," imbuhnya.