Nasional

Gus Yahya Ziarahi Makam KH Maimoen Zubair di Kota Suci Makkah

Ahad, 15 Mei 2022 | 13:52 WIB

Gus Yahya Ziarahi Makam KH Maimoen Zubair di Kota Suci Makkah

Ziarah Ketum PBNU ke makam KH Maimoen Zubair. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menziarahi makam KH Maimoen Zubair di Pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi pada Ahad (15/5/2022). Ia didampingi Wakil Ketua Umum PBNU Habib Hilal Al Aidid.

 

Momen ziarah itu dibagikan dalam akun Instagram @kiaiyahyacholilstaquf pada Ahad (15/5/2022). "Alhamdulillah ziarah makam Murabbi Ruhina Almarhum Almaghfurlah Simbah KH Maimun Zubair @maqbaroh Ma'la," begitu keterangan dalam unggahan tersebut.


Keterangan tersebut dilanjutkan dengan menuliskan doa untuk kiai yang merupakan anggota Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang tahun 2015 itu.

 

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dia, dan maafkanlah dia."


KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Maimoen merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Ia juga merupakan salah satu Mustasyar PBNU 2015-2020.


Lahir tepat pada hari deklarasi Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928, Mbah Maimoen wafat di Makkah saat hendak menunaikan ibadah haji pada tahun 2019, tepatnya pada Selasa, 6 Agustus 2019 dalam usia 91 tahun.


Mbah Maimoen sendiri masih terhitung sepupu dengan Gus Yahya. Pasalnya, kakek buyut Gus Yahya berasal dari Sarang, yakni Kiai Kholil Kasingan yang dikenal sebagai Imam Syibawaihnya Indonesia karena kealimannya di bidang tata bahasa Arab. Kiai Kholil merupakan adik sepupu dari kakek buyut Mbah Maimoen, yakni Mbah Syuaib. Sebab, ayah Mbah Syuaib, yakni Mbah Ghazali merupakan kakak dari ibu Kiai Cholil, yakni Nyai Sintok.


Sebelumnya, Gus Yahya bertolak ke Arab Saudi guna menghadiri Forum on Common Values among Religious Followers (Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama) pada Rabu (11/5/22). Kehadirannya pada gelaran internasional yang diprakarsai Rabithah ‘Alam Islami (Liga Dunia Islam) tersebut adalah sebagai pembicara utama.


Dalam kesempatan itu, Gus Yahya mengajak kepada seluruh audiens untuk membangun strategi bersama mentransformasikan pola pikir umat beragama. 


Menurutnya, masih banyak kalangan umat beragama yang memandang hubungan antaragama sebagai kompetisi politik. Tak ayal agama diperalat sebagai senjata politik untuk memperebutkan kekuasaan.


"Pola pikir ini harus diubah karena akan merusak harmoni sosial di antara kelompok agama yang berbeda-beda dan memustahilkan kelompok-kelompok yang berbeda itu hidup berdampingan secara damai," katanya.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin