Di Tangan Mbah Sahal, Fikih Temukan Momentumnya
NU Online · Rabu, 29 Januari 2014 | 15:00 WIB
Sukaharjo, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan, KH Muhammad Dian Nafi, berpendapat bahwa Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh (Mbah Sahal) menginspirasi banyak hal, terutama dalam perkembangan ilmu fiqih di Indonesia. Terutama paradigma fiqih sosial.
<>
“Hal itu merupakan bukti utama keberhasilan Mbah Sahal,” katanya kepada NU Online, belum lama ini Senin, (27/1).
Dalam merintis paradigma fikih sosial, kata Kiai Dian, Mbah Sahal menguatkan penerapannya bagi kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga fikih menemukan momentumnya dengan kajian-kajian multidisipliner.
Kiai Dian menambahkan, dengan fikih sosial ini, masyarakat semakin fasih mengembalikan pelbagai persoalan kepada acuan kemaslahatan, yaitu terjaganya agama, jiwa raga, akal, keturunan, dan harta.
“Dengan itu, pemikiran keagamaan Nahdliyin mudah masuk ke arus utama kaum intelektual nusantara dan bahkan mudah memandu kerangka evaluatif kebijakan publik sesuai kemaslahatan yang lima tadi,” ungkapnya.
Di sisi lain, menurutnya, Mbah Sahal juga menginspirasi rintisan-rintisan pemberdayaan masyarakat, seperti yang terlihat di Kajen Pati. Hal ini menjadikan kaderisasi intelektual Nahdiyyin semakin meluas.
Di akhir pembicaraan, Kiai yang pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Solo tersebut juga berharap kepada generasi muda NU, untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pemikiran keagamaan yang telah dirintis Mbah Sahal. (Ajie-Rosyidi/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Kapolda Metro Jaya Diteriaki Pembunuh oleh Ojol yang Hadir di Pemakaman Affan Kurniawan
6
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua