Gaza, NU Online
Seorang jurnalis Palestina Yasser Murtaja (30) meninggal saat meliput aksi unjuk rasa di perbatasan jalur Gaza dan Israel pada Sabtu (7/4). Nyawanya tidak tertolong setelah menderita luka yang serius akibat tembakan tentara Israel.
Murtaja merupakan seorang kamerawan untuk media Ain Palestina, sebuah perusahaan produksi televisi lokal. Ia ditembak di kota selatan Khuzaa. Saat ditembak, Murtaja berada kurang lebih 250 meter dari perbatasan.
Murtaja menikah dan tela dikaruniai seorang putra berumur dua tahun. Pemakamannya yang dilangsungkan pada Sabtu (7/4) dihadiri ratusan orang, termasuk para wartawan.
Tubuhnya ditutupi dengan bendera Palestina. Jaket pers yang dikenakan ketika ia tertembak diletakkan di sampingnya di atas tandu saat dibawa melalui jalan-jalan kota Gaza ke rumahnya untuk perpisahan terakhir.
Setidaknya tiga wartawan lainnya terluka pada Jumat (6/4) di lokasi lain. Puluhan warga Palestina meninggal, sementara tidak ada korban dari pihak Israel dalam aksi protes itu.
Juru bicara tentara Israel tidak memberikan komentar terkait dengan kematian jurnalis Murtaja. Menurutnya, Israel hanya menembak para provokator yang terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut. Sebelumnya, Israel telah menempatkan penembak jitu untuk menghentikan upaya Palestina untuk menembus perbatasan atau menyabot pagar keamanan. Demikian dikutip Reuters. (Red: Muchlishon)