Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

PCNU Kota Semarang Agendakan Haul Ke-121 Kiai Sholeh Darat

PCNU Kota Semarang Agendakan Haul Ke-121 Kiai Sholeh Darat
Makam KH Sholeh Darat d Bukit Bergota Kota Semarang (Foto: NU Online)
Makam KH Sholeh Darat d Bukit Bergota Kota Semarang (Foto: NU Online)

Semarang, NU Online

Memperingati Haul ke-121 wafatnya KH Soleh Darat Semarang yang akan berlangsung Sabtu (22/5), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Jawa Tengah, telah menyiapkan sejumlah agenda haul.

 

Ketua PCNU Kota Semarang KH Anashom mengatakan, agenda haul Kiai Sholeh Darat diawali Pengajian Ahad Pagi. Acara dilanjutkan dengan tahlilan di makam Bergota pukul 07.00 WIB. Mauidhah Hasanah oleh Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ahmad Hadlor Ihsan.

 

"Usai acara di makam, diteruskan Halal Bihalal dan Bahtsul Masail 'Penataan Makam KH Sholeh Darat' di Hotel Pandanaran pukul 10.30 sampai selesai," ujarnya.

 

Dikatakan, acara ini selain diikuti para kiai NU dan pengasuh pesantren di Semarang juga akan diikuti perwakilan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pemkot Semarang, Pengurus Pengajian Ahad Pagi 1939 Semarang, dan Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat (Kopisoda).

 

"Karena masih dalam suasana pandemi, peserta dibatasi hanya 60 orang dan semuanya harus mengikuti protokol kesehatan (prokes) dengan ketat untuk menghindari ancaman Covid-19," terangnya.

 

Dia menambahkan, pembahasan ini dilatarbelakangi adanya rencana Pemkot Semarang yang akan merealisasikan program penataan komplek makam almaghfurlah Mbah Sholeh Darat untuk memberikan kenyamanan kepada para peziarah.

 

Kondisi saat ini, lanjut dia, nyaris tidak ada akses jalan menuju ke lokasi makam besar guru ulama Nusantara ini, karena memang tidak ada jalan khusus menuju ke lokasi makam. 

 

Dikatakan, para peziarah harus mencari jalan di sela-sela deretan makam yang tidak tertata rapi, selain itu komplek makam bangunannya masih sangat sederhana dan daya tampung jamaah sangat terbatas.

 

"Karena itulah, Pemkot Semarang berinisiasi menjalin kerja sama dengan NU untuk mencari landasan keagamaan karena dalam pelaksanaan program ini ada tinjauan sisi-sisi hukumnya," pungkasnya.

 

Pewarta: Abdul Muiz

Editor: Musthofa Asrori


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya