Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat Warga untuk Berkurban

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat Warga untuk Berkurban
Ilustrasi binatang kurban. (Foto: Dok. NU Online)
Ilustrasi binatang kurban. (Foto: Dok. NU Online)

Jakarta, NU Online 
Dalam kondisi pandemi dan harga hewan kurban yang meroket, semangat warga untuk saling berbagi pada momen Idul Adha tahun ini tidak berkurang. Hal ini tampak dari meningkatnya permintaan hewan kurban di daerah Bekasi yang jauh lebih tinggi dibanding sebelum pandemi.


"Ya, meskipun masih pandemi. Alhamdulillah permintaan hewan kurban sudah banyak, lumayan meningkat dibanding tahun kemarin,” kata Sobur Alfian, pedagang hewan kurban di Jati Asih, Kota Bekasi kepada NU Online, Kamis (15/7).


Berdasarkan pengalamannya selama ini, ia menuturkan kebiasaan rutin setiap tahunnya melatarbelakangi mereka untuk tetap berkurban meskipun di tengah pandemi wabah Covid-19. Selain itu, ada juga yang sudah mengumpulkan dana kurban melalui arisan atau tabungan. 


“Sebenarnya, ada orang yang memang rutin berkurban setiap tahun. Ada juga yang memang sudah menabung selama bertahun-tahun. Itu sih yang membuat penjualan tetap stabil dan bahkan meningkat,” tutur Sobur.


Dia mengatakan, tahun ini harga jual harga hewan kurban naik 300-500 ribu perekornya. Hal itu karena pembatasan pengiriman dari peternakan yang kesulitan mencari pakan hewan kurban.


“Karena permintaan banyak sedangkan persediaan stok di sana kurang. Jadi, peternak terpaksa menaikkan harganya,” kata Sobur lagi. 


Menurut dia, para pembeli biasanya sudah memesan beberapa minggu sebelum Idul Adha tiba. Beberapa di antaranya ada yang langsung membawa pulang kambing yang dibelinya. Ada juga yang minta untuk sementara dipelihara oleh pedagang. 


“Kalau yang dititip biasanya diserahkan pas mau disembelih. Untuk biaya penitipan dan pakan biasanya ditanggung oleh pembeli,” jelasnya. 


Pemilik peternakan domba SQ-Farm di Jati Asih itu pun mengemukakan, hingga kini 50 persen dari jumlah hewan kurban di peternakannya sudah terjual. Harga jualnya pun cukup variatif, antara Rp 2 juta hingga sekitar Rp 4 juta.


“Harga domba tanduk biasa, mulai dari Rp 2,7 juta dengan berat kurang lebih 29-32 kg. Kalau yang super harganya Rp 4 juta, beratnya bisa mencapai 40-45 kg. Sementara untuk kambing biasanya di kisaran Rp 3,5-5,5 juta sesuai postur dan kondisinya," ungkap Sobur. 


Pelaksanaan Kurban
Sementara itu, menyusul surat edaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan edaran mengenai penyelenggaraan shalat Idul Adha dan pelaksanaan Hari Raya Kurban 1442 H/2021 M di tengah pandemi COVID-19.


Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021. Dalam edaran ini, penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Hari Raya Kurban wajib menerapkan protokol kesehatan.


Berikut aturan pelaksanaan kurban:
1. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih
2. Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban
3. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R) 


Kontributor: Syifa Arrahmah 
Editor: Musthofa Asrori


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya