Daerah

MTs Al-Wathan Lawan Dampak Zaman Milenial dengan Pelatihan Jurnalistik

Ahad, 3 November 2019 | 07:00 WIB

MTs Al-Wathan Lawan Dampak Zaman Milenial dengan Pelatihan Jurnalistik

Suasana Diklat Jurnalistik MTs Al-Wathan yang menandai dimulainya rangkaian peringatan Maulid Nabi SAW. (Foto: NU Online/Anam)

Sumenep, NU Online

 

Era milenial tampak menjanjikan. Tapi sejatinya, ia menawarkan hal negatif yang dapat merusak kehidupan remaja. Sebab, zaman milenial penuh dengan potensi kemalasan.

 

Demikian ditegaskan oleh Kepala MTs Al-Wathan, Desa Lampereng, Kecamatan Pragaan, Sumenep,Jawa Timur, Ustaz M Khaliq saat sambutan dalam Diklat Jurnalistik OSIS MTs Al-Wathan di aula madrasah setempat, Sabtu (2/11).

 

“MTs Al-Wathan bertekad kuat melawan dampak negatif zaman milenial. Salah satunya ialah dengan mempersering mengadakan pelatihan yang mengarah pada pencerdasan dan pencerahan terhadap para siswa,” paparnya.

 

Bagi Ustaz Khaliq, era milenial merupakan tantangan tersendiri bagi segenap anak bangsa. Dampak negatif dari kemajuan teknologi membuat banyak kalangan siswa atau masyarakat malas membaca.

 

Alumnus Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut menambahkan, dari hasil penelitian, masyarakat atau pelajar hanya mampu membaca tujuh paragraf. Itu berbanding terbalik bila membuka medsos (media sosial) yang kuat hingga berjam-jam.

 

Karena itu, ia berharap melalui diklat jurnalistik tersebut, peserta dapat mengambil banyak manfaat, tidak mengulas status galau, dan sebagainya. Namun usahakanlah buat opini atau karangan ilmiah agar bisa membuat perubahan yang positif.

 

Diterangkan, perubahan dunia itu tergantung pada usaha manusia. Perubahan ada pada tangan, jari, telapak tangan, dan pikiran sebagai penggerak perubahan. Jika seseorang bisa melakukan perubahan, berarti ia telah mengubah wajah diri dan bangsa Indonesia.

 

“Kiai Quraish Shihab bersyukur karena dirinya diberi kemampuan semangat membaca berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Muaranya, beliau sangat produktif. Saya beli buku barunya, belum tuntas dibaca, terbit baru lalu,” ungkapnya.

 

Ketua OSIS MTs Al-Wathan, Wiqoyaturrahmaniyah menambahkan, pihaknya bersama segenap siswa Al-Wathan bertekad untuk mengisi medsos dengan konten-konten positif. Utamanya karya-karya yang tayang di media massa mainstream.

 

Sementara itu, pengasuh Pesantren Al-Wathan, yang juga agama alumnus Pesantren Annuqayah, KH Sa'dani Bahar yang turut hadir di acara tersebut, mendoakan agar para guru dan murid, khususnya di Al-Wathan, selalu dalam limpahan kasih sayang Allah. Dengan begitu, dapat dihindarkan dari potensi kemalasan yang ditawarkan oleh zaman milenial.

 

Untuk diketahui, Diklat Jurnalistik MTs Al Wathan merupakan acara pembuka peringatan Maulid Nabi yang berlangsung sepekan. Malam puncaknya Sabtu (9/10) atau malam Minggu mendatang.

 

“Malam puncaknya, kita akan kemas pengajian akbar oleh KH Imam Sutaji, Aeng Panas, Pragaan, Sumenep. Beliau salah seorang Instruktur Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU),” ungkap Ustaz Khaliq.

 

Di samping diklat jurnalistik, tambahnya, juga diisi dengan lomba puisi, tarik tambang, salodur, dan kunjungan redaksi ke koran Kabar Madura.

 

Kontributor: Hairul Anam

Editor: Aryudi AR