Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Komunitas Santri Ndalan Bantul Salurkan Air Bersih ke Desa Seloharjo yang Kekeringan

Komunitas Santri Ndalan Bantul Salurkan Air Bersih ke Desa Seloharjo yang Kekeringan
Untuk pemenuhan sehari-hari air bersih, warga Seloharjo mengandalkan kiriman air dari truk tangki. (Foto: Markaban Anwar)
Untuk pemenuhan sehari-hari air bersih, warga Seloharjo mengandalkan kiriman air dari truk tangki. (Foto: Markaban Anwar)

Bantul, NU Online

Komunitas Santri Ndalan melakukan pendistribusian air bersih di Desa Seloharjo, Pundong, Bantul, Yogyakarta, Kamis (17/9). Pendistribusian ini bekerjasama dengan relawan Projotamasari dan Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.


Penyaluran air bersih dilakukan mengingat seperti tahun-tahun sebelumnya, pada musim kemarau, beberapa wilayah di Kabupaten Bantul terutama wilayah-wilayah berkontur perbukitan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Wilayah Desa Seloharjo adalah salah satu wilayah yang setiap tahun mengalami kesulitan air bersih. 


Seloharjo terletak di sisi timur-selatan Kecamatan Pundong, secara geografis ada dalam bentangan kaki Pegunungan Seribu. Untuk pemenuhan sehari-hari air bersih, warga Seloharjo mengandalkan kiriman air dari truk tangki. 


Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih mengungkapkan, Bantul harus dijaga dan dibangun agar masyarakat semakin sejahtera. Namun, dalam proses implementasinya pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, perlu didukung oleh semua elemen masyarakat yang ada.


"Persoalan kekurangan air bersih tidak bisa semuanya diselesaikan pemerintah. Ketika masuk kemarau, sudah banyak laporan warga kekurangan air. Tetapi pemerintah punya keterbatasan, mulai dari anggaran dan lainnya. Mewakili pemerintah Bantul kami mengucapkan terimakasih kepada Relawan Projotamansari dan Komunitas Santri Ndalan," ujar Halim.


Sementara itu, Ketua RT07 Gowak, Darsono mengungkapkan bahwa sudah satu bulan lebih sumur mulai turun debit airnya. "Air sumur hanya cukup untuk konsumsi, tetapi untuk mandi, mencuci tidak cukup lagi," ujarnya.


Kontributor: Markaban Anwar

Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya