Daerah

Kader IPNU-IPPNU Kubu Raya Kalbar Diharap Lebih Mandiri 

Ahad, 21 Juli 2019 | 14:00 WIB

Kubu Raya, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kubu Raya, Kalimantan Barat menggelar sarasehan daerah perdana. Kegiatan untuk menjalin silaturahim bersama alumni yang dipusatkan di aula kantor Kecamatan Sungai Ambawang.
 
Ketua PC IPNU Kubu Raya, Misli Saputra menyampaikan bahwa acara ini guna memperkenalkan para senior kepada kader. “Ini juga demi mempererat silaturahim antarsesama kader dan senior IPNU dan IPPNU se-Kubu Raya. Sehingga ke mana arah kader akan dikerahkan usai purna dari IPNU dan IPPNU,” katanya, Sabtu (20/7).
 
Khomsiyaturrohmah selaku Ketua PC IPPNU Kubu Raya menyampaikan bahwa acara bertujuan memperkuat antar kader kepada senior. “Dan menyampaikan kepada kader bahwa walaupun kita telah belajar dari bangku SMA hingga tamat perkuliahan, akan tetapi para senior masih ingat kepada IPNU IPPNU,” paparnya. 
 
Abdurrahman Hamsy. selaku senior IPNU menyampaikan jangan jadikan berorganisasi di NU sebagai tempat mencari kehidupan. “Tapi kita dorong agar bisa lebih luas membesarkan jamiyah agar tidak hanya dijadikan penopang kehidupan bagi kita mencari keuntungan,” tegasnya.
 
Rokib menceritakan kisah kenangan bersama IPNU. “Bahwa butuh kesabaran dalam menghidupkan organisasi. Apalagi IPNU adalah organisasi dasar bisa memasuki gerbang mengenal Nahdlatul Ulama,” katanya. 
 
Sedangkan Jumiati selaku Ketua PC IPPNU Kubu Raya pertama menyampaikan pesan menanamkan dalam jiwa dalam mental wirausaha. 
 
Dan seterusnya berbagai masukan dan arahan senior, kuncinya adalah sebagai basis pelajar lakukan follow up perubahan yang lebih berdampak positif atas perkembangan potensi diri kader.
 
“Buktikan bahwa kita sudah berbuat sehingga pemerintah akan melirik, untuk mengakomodasi pendanaan. Tanamkan dalam jiwa dalam mental wirausaha, agar kader lebih mandiri tidak lagi menjual proposal,” ungkapnya.
 
Kegiatapun berakhir dengan mengabadikan foto bareng dan dilanjutkan dengan jamuan makan bersama dan ditutup hingga usai. (Ulil Abshor/Muhajir/Ibnu Nawawi)