Daerah

Cerita Warga Cilacap Semangat Mengisi Koin NU

Rab, 17 Februari 2021 | 03:30 WIB

Cerita Warga Cilacap Semangat Mengisi Koin NU

Kursiti warga Cilacap yang aktif mengisi Koin NU. (Foto: istimewa)

Cilacap, NU Online

Warga NU Cilacap, Jawa Tengah mengaktifkan gerakan kotak infak (Koin) NU. Secara khusus Koin NU Cilacap dinamai Gocap atau Gerakan Koin NU Cilacap. Kerja sama pengurus lembaga dan banom NU, relawan dan masyarakat setempat dalam menyukseskan gerakan ini, menghasilkan raihan dana yang tergolong besar untuk tingkat PCNU atau kabupaten.

 

Pada Desember 2020, misalnya, perolehannya mencapai Koin NU Cilacap senilai Rp.993.074.725. Sementara pada Januari 2021 perolehan meningkat menjadi Rp.1.071.040.750. Jumlah tersebut berdasarkan 48.587 kaleng Koin NU yang tersebar di 22 kecamatan.

 

Adalah Kursiti, warga Gentasari RT 06/ RW 03 Bayeman Kidul, salah satu pemegang Koin NU. Perempuan yang bekerja sebagai buruh itu menceritakan bagaimana dirinya bersemangat rutin mengisi Koin NU, sekaligus sebagai salah satu Petugas Lapangan Penjemput Koin NU (PLPK).

 

"Awal saya bersama LAZISNU pada Mei 2018, tepatnya baru pertama kali saya setor. Sebelum saya bersama LAZISNU, saya layaknya orang pada umumnya. Alhamdulillah saya bekerja di rumah tetangga saya, mengurus rumah dan tiga orang anak. Dengan gaji yang menurut saya sangat membantu ekonomi keluarga saya. Di LAZISNU saya bertugas sebagai PLPK," cerita Kursiti beberapa waktu lalu.

 

Dengan awal penarikan sebanyak 220.000 setahun bersama LAZISNU, Kursiti merasa dirinya belum banyak berubah dikarenakan kurangnya pengarahan tentang LAZISNU. Setelah ada pergantian tata cara, koordinator, dan pengarahan tentang LAZISNU, Kursiti merasa adanya perubahan khususnya untuk ia pribadi.

 

"Karena saya yakin uang yang saya infakkan tepat penyalurannya. Tiap hari saya memaksakan diri saya untuk mengisi kaleng LAZISNU. Di pagi hari, sebelum saya beraktivitas lebih banyak," tuturnya.

 

Kursiti pun menguraikan beberapa perubahan yang saya ia rasakan saat ini yang lebih baik dikarenakan beberapa hal. Pertama, setiap ia gajian, ia sisihkan uang untuk membantu orang terdekat. Kedua, Kursiti mengaku ilmunya bertambah.

 

"Mungkin dulu saya belanja memilih warung yang murah tapi tidak sekarang. Saya pilih warung terdekat rumah. Saya berpikir apabila saya beli dagangan tetangga saya, ia akan merasa senang karena sudah dibeli dagangannya. Dan saya berpikir lagi jikalau tetanggga saya senang itu bagian dari ibadah. Karena bisa membuat orang bahagia," lanjutnya.

 

Perubahan ketiga, setiap hari Jumat ia sering memperbanyak masakan untuk dibagikan kepada saudara terdekat. "Alhamdulillah di saat tak terduga saya mau silaturahmi ke orang tua saya di Banjarnegara. Saat itu uang saya tidak terlalu banyak. Dan saya masih bingung mau bawa apa ke sana. Hal yang tak saya sangka sama sekali, kurang lebih 10 menit sebelum saya berangkat saya dikasih pisang sama tetangga saya, pun tak disangka lagi ibu saya lagi kepengin banget pisang goreng," ia menceritakan.

 

Ia pun berbagi tips sederhana bagaimana menumbuhkan jiwa kedermawanan. "Jangan pernah takut besok mau makan apa, yang terpenting percaya Allah selalu ada saat kita membutuhkan-Nya. Jangan malas untuk bersedekah karena mungkin setan senang dengan orang yang malas. Jadi, mengapa kita mau setan senang. Hih, jangan sampai deh," ujarnya. 

 

Selain itu, lanjut Kursiti, sedekah diawali dari diri sendiri, baru mengajak saudara.

 

Strategi

NU Care-LAZISNU Cilacap dalam tata kelola Koin NU menerapkan strategi pengelolaan mencakup dua hal. Pertama, perencanaan kegiatan program Koin NU yang dilakukan dengan cara melakukan perumusan SOP, membentuk pengurus UPZIS tingkat kecamatan, fundraising, studi banding, pembukuan keuangan dengan manajemen 'mantap' (modern, akuntabel, transparan dan profesional), inovasi, dan evaluasi.

 

"Pelibatan anak muda dilakukan karena semangat dan energi para anak muda masih sangat tinggi sehingga mereka sangat antusias membantu mensukseskan Gocap (Gerakan Koin NU Cilacap)," kata Manajer Program NU Care-LAZISNU Cilacap, Ahmad Fauzi.

 

Selanjutnya, terdapat pedoman penggunaan dana Koin NU di NU Care-LAZISNU Cilacap yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sistem penghimpunan dana, sistem pengelolaan dana, dan sistem pendistribusian dana. 

 

Adapun faktor faktor yang menjadi pendukung terhadap penerapan strategi pengelolaan Gocap LAZISNU Cilacap yang mencakup semua pihak mendukung adanya program Gocap, manajemen pelaksanaan program berjalan dengan baik, dan banyaknya antusias masyarakat Cilacap dalam mengikuti program Gocap.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori