Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Berkhidmah di Ansor Harus Kaffah

Berkhidmah di Ansor Harus Kaffah
Kegiatan pelantikan PAC Ansor Tarub, Kabupaten Tegal (Foto: NU Online/Nurkhasan)
Kegiatan pelantikan PAC Ansor Tarub, Kabupaten Tegal (Foto: NU Online/Nurkhasan)

Tegal, NU Online

Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah H Khaeru Saleh mengatakan, Gerakan Pemuda Ansor itu sudah besar. Ansor tidak butuh kita, tetapi kitalah yang butuh Ansor.

 

"Jangan sampai ada yang bilang 'sayalah yang membesarkan Ansor' tetapi kita besar karena Ansor. Ansor sudah besar dan sahabatlah yang akan dibesarkan oleh Ansor," katanya saat pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah masa khidmat 2020-2022, Ahad (3/1) di Gedung MWCNU Tarub. 

 

Ditegaskan, dalam ber Ansor itu harus kaffah, jangan setengah-setengah. Karena Ansor itu organisasi kader bukan organisasi keder. 

 

"Ansor itu pelatihannya berat, karena struktur organisasi Ansor apabila jelek maka sahabat Ansor yang akan tanggung jawab kalau nantinya NU menjadi jelek, karena ini semua sahabat-sahabat yang akan menggantikan," tegasnya.

 

Anggota DPRD Kabupaten Tegal itu juga mengingatkan kader yang sudah di Ansor jangan sampai menengok kebelakang apabila ada organisasi lain yang menawarkan kemolekan yang menawarkan segalanya lalu sahabat pindah ke lain hati. 

 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tegal Nurfanani berharap, kader Gerakan Pemuda Ansor untuk tetap solid. “Kiai kita harus dijaga, tidak boleh ada satupun orang yang berani menghina kiai kita," ucapnya. 

 

Dikatakan, kalau bukan Ansor Banser siapa lagi. Jadi kalau jadi kader Ansor sudah PKD kemudian ada kiai kita dihina oleh kaum sebelah terus hanya diam berarti belum jadi pengkaderannya, harus ditabayunkan.

 

Fanani juga memaparkan kondisi negara saat ini yang sedang mengalami krisis moral. Ketua umum kita itu sudah menjadi Menag, sudah milik bersama. Ini bukti Ansor dipilih untuk menetralisir kondisi Negara yang sedang krisis moral. 

 

"Sebagaimana yang dikatakan Ketua Umum PP GP Ansor, agama jangan dijadikan aspirasi tapi sebagai inspirasi, ini PR kita dan ini tanggung jawab kita,"imbuhnya.

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tarub Mohamad Ali Sukron kepada NU Online, Selasa (5/1) menjelaskan, acara pelantikan mengusung tema 'Spirit Baru Ansor Kecamatan Tarub' diharapkan pengurus anak cabang bisa lebih semangat dan mempunyai jiwa yang lebih kuat dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU) melalui Gerakan Pemuda Ansor.

 

"Kami mohon bimbingan dan doa kepada pengurus NU agar kami dalam menjalankan roda organisasi kedepan berjalan dengan lancar dan amanah," ungkapnya.

 

Acara pelantikan dihadiri PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Rais MWCNU Tarub KH Sofiudin, Pengurus MWCNU Tarub beserta Badan Otonom NU, sejumlah tokoh NU seperti KH Chaerul Amin Fadil, KH Wahid Munaseh, Kiai Idris Salis yang juga Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Tegal dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor se-Kecamatan Tarub. 

 

Kontributor: Nurkhasan
Editor: Abdul Muiz


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya