Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Bendera Merah Putih Jumbo Warnai Hari Santri di Banyumas

Bendera Merah Putih Jumbo Warnai Hari Santri di Banyumas
Bendera jumbo di hari santri, di Banyumas, Jateng (Foto: NU Online/Kifayatul Ahyar)
Bendera jumbo di hari santri, di Banyumas, Jateng (Foto: NU Online/Kifayatul Ahyar)
Banyumas, NU Online
Peringatan Hari Santri 2019 di Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2, Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ada yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni pengibaran bendera merah putih jumbo ukuran 33 x 9 meter. 
 
"Bendera merah putih jumbo itu simbol kecintaan kami santri At-Taujieh Al-Islamy 2 pada NKRI. Kami buat berbeda supaya berkesan dan meninggalkan atsar mahmudah pada santri khususnya," kata penanggungjawab acara Agus Hilmy Mubarok. 
 
Selain itu ada juga flashmob paper map bendera merah putih. Serta marching band Andalusia yang menambah meriah acara. Yang juga berbeda adalah mukhafadzah massal yang diikuti sekitar 1.000 santri. 
 
"Mukhafadzah ini juga simbol bahwa santri itu ya ngaji. Kalau nggak ngaji berrti bukan santri. Makanya ada mukhafadzah massal 1000 santri," kata Agus yang alumni Ponpes Al Anwar Sarang tersebut. 
 
Hari Santri 2019 di Pesantren asuhan KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) itu juga istimewa karena dihadiri Syaikh Mahmud Fathi Hijazi dari Mesir yang sedang mengadakan dauroh lughotil 'arobiyyah ketiga kalinya di Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2. 

Pengasuh KH Zuhrul Anam Hisyam menyebut santri itu sudah jadi 'orang langka' di Indonesia. "Santri itu istimewa, sudah jarang ada di Indonesia. Seperti kalian, sekolah formal tapi hafalan nahwu shorof jalan. Berarti otaknya dobel, istimewa," katanya memuji santri. 
 
Mengutip Syaikh Fathi Abdurrahman Hijazi dari Al-Azhar Mesir, santri itu, katanya harus berbekal tiga hal. Yakni, umru Nuh, shobru Ayub dan Maalu Qoruun. "Harus punya umur panjang seperti Nabi Nuh, kesabaran seperti Nabi Ayub dan harta seperti Qorun," kata Gus Anam. 
 
Terakhir, Gus Anam berharap semua proses di pesantren menjadikan santrinya kelak bisa bermanfaat di tengah masyarakat. Bekal keilmuan, menjadi kunci sukses orang mengarungi hidup. Doa peringatan Hari Santri disampaikan oleh Syaikh Mahmud Fathi Hijazi. 
 
Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 sendiri berada di bawah naungan Yayasan Al-Anwar Al-Hisyamiyyah. Selain pesantren ada juga SMP-SMA Islam Andalusia. Dirasah Khassah, Takhassus Tahfidzul Qur'an, dan sedang dalam proses mengajukan Ma'had Aly Andalusia yang tinggal menunggu keluar izin dari Kementrian Agama.
 
Kontributor: Kifayatul Ahyar
Editor: Abdul Muiz


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×