Senin, 20 Mei 2013
Language :
Find us on:
Ubudiyyah 
Membaca Shalawat Setelah Adzan
Kamis, 19/04/2012 08:49

Bila difahami lebih mendalam seringkali sebuah laku ibadah memiliki nilai ganda. Satu nilai spiritual yang berorientasi Yang Maha Kuasa (hablum minallah), Sisi lain nilai social (hablum minan nas) menjadi syiar bagi Islam itu sendiri. Misalnya shalat Jum’ah, ibadah haji, Adzan  dan lain sebagainya. Akan tetapi sebagian kaum muslim tidak dapat memahami hal ini dengan baik. Malahan sebaliknya, laku ibadah itu menjadi sumber perdebatan yang ujungnya bermuara pada pembelaan ego sebuah kelompok tertentu. Sehingga yang terjadi adalah saling tuding bid’ah dan klaim-klaim primordial


Sebut saja perdebatan mengenai hukum khatib memegang tongkat dalam shalat jum’at. Atau hukum berziarah ke tempat-tempat bersejarah di Makkah-Madinah ketika haji. Atau sekedar membaca shalawat setelah adzan dalam setiap shalat dan masih banyak lagi lainnya. Perdebatan semacam ini tidak harus terjadi apabila kaum muslimin memahami konteks sebuah laku ibadah.

Di sinilah perlunya klarifikasi hukum berdasar pada dalil hadits maupun sunnah. Seperti dalil seputar pembacaan shalawat kepada Nabi setelah adzan yang asal hukumnya adalah sunnah, dan tidak ada perbedaan pendapat di dalamnya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim (hadits no. 384), dan Abu Dawud (hadis no. 523). Yaitu:

اِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَأَ فَقُوْلُوْا مَثَلُ مَا يَقُوْلُ ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ.

Artinya: Ketika kalian mendengarkan adzan maka jawablah, kemudian setelah itu bacalah sholawat kepadaku. (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

Pendapat di atas ini juga didukung  oleh Imam Jalaludin as-Suyuthi, Ibnu Hajar al-Haitsami, Syeikh Zakariya al-Anshari, dan lain lain.

Imam Ibnu Abidin dalam ‘hasyiyahnya’ mengatakan, bahwa pendapat yang didukung oleh Madzhab Syafi’i dan Hanbali adalah pendapat yang mengatakan shalawat setelah adzan adalah sunah bagi orang yang adzan dan orang yang mendengarkannya.

Para ulama memberikan penjelasan bahwa, pada hakikatnya puji-pujian setelah adzan adalah dalam kategori bid’ah hasanah.

Sedangkan pengamalan puji-pujian secara popular baru mulai sekitar tahun 781 H, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Abidin dalam kitab “Hasiyah” yang merujuk pada pendapat Imam as-Sakhawi.
Dalam kitab “taj al-jami” ada dijelaskan bahwa :

اَلصَّلاَةُ بَعْدَ اْلاَذنِ سُنَّةٌ لِلسَّامِعِ وَاْلمُؤَذّنُ وَلَوْ بِرَفْعِ الصَّوْتِ, وَعَلَيْهِ الشَّافِعِيَّة وَاْلحَنَابِلَة وَهِيَ بِدْعَةٌ حَسَنَةٌ .

Artinya : Membaca shalawat setelah adzan adalah sunah, baik bagi orang yang adzan maupun orang yang mendengarkannya, dan boleh mengeraskan suara. Pendapat inilah yang didukung oleh kalangan madzhab Syafi’iyah, dan kalangan madzhab Hanbali.

 

Sumber "Tradisi Amalian NU dan Dalilnya", LTM-PBNU, Jakarta, 2011 (Redaktur: Ulil Hadrawi)

Komentar(7 komentar)
Senin, 06/08/2012 22:38
Nama: A-cong
OK
Kalau aku sih OK saja, Solawat kan bagus deh.
Kamis, 02/08/2012 10:22
Nama: yan rahmat
solawat
banyak banyaklah solawat mudah 2 an kita mendafat syafaat di hari akhir nanti...amiiin
Jumat, 27/07/2012 22:46
Nama: Yasin_NU_WaliSongo
Bersholawat
Alhamdulillah, amalan bagus, tradisi NU. Mari kita pelihara, kita lestarikan. Kukuhkan arah hati dan fikiran kita kepada Rasulullah SAW melalui sambungan kepada para ulama dan waliyullah. Jangan jauh-jauh dari NU.
Rabu, 06/06/2012 11:58
Nama: SUDIYONO, SE
Biasakan selalu Bersholawat
bersholawat-lah selalu...., ini amalan mulia buat harian kita, dan ini sebagai bukti kalau kita cinta akan Rosul Muhammad SAW yang selalu kita nanti2 Syafaatnya.
Jumat, 18/05/2012 15:04
Nama: salman alfaris
setuju
ya. . .umat islam di negara kita emank brmacam2,baik dr segi budaya maupun paham....Maka dr itu kita harus toleran.....GK perlu lah mslh shalawt koq didbtkan?? toh i2 jg perintah nabi muhammad
Senin, 07/05/2012 16:41
Nama: Rofi'
membaca sholawat setelah adzan
saya sependapat dengan redaktur di atas. bagi saya dengan membaca sholawat stelah adzan, satu sisi kita dapat pahala karena mebacanya dan juga kalau kita membiasakan membaca pujian atau sholawat stelah adzan trus ikomah (komat)maka itu jga sebagai pertanda kalau kita di ajak untuk sholat berjamah.
Sabtu, 28/04/2012 11:24
Nama: Purwanto
Sholawat
***Bersholawatlah,,,,
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. >>>