Muslimat NU: KH Zainul Arifin, Pahlawan Nasional yang Sederhana
NU Online · Selasa, 10 November 2009 | 09:06 WIB
KH Zainul Arifin, salah seorang pahlawan nasional yang berlatar belakang Ahlussunnah wal Jamaah adalah sosok yang sederhana dan tidak glamour (bermewah-mewahan). Meski menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Panglima Hizbullah, namun KH Zainul Arifin tetap suka menyapa dan akrab dengan rakyat kecil.
KH Zainul Arifin adalah sosok yang sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan segala pengorbanannya. Pada masa hidupnya, KH Zainul Arifin berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dengan sepenuh jiwa raga, tenaga, fikiran dan harta benda bersama tokoh-tokoh nasional lainnya.<>
Demikian dinyatakan Ketua Himpunan Da’iyah dan Majelis Ta’lim Muslimat Nahdlatul Ulama (Hidmat NU) Hj. Machfudhoh Aly Ubaid kepada NU Online, Selasa (10/11). Menurut Machfudhoh, KH Zainul Arifin juga berjuang untuk membesarkan NU bersama para kiai dan ulama, baik melalui perjuangan bersenjata maupun diplomatik.
"KH Zainul Arifin juga mendidik anak-anaknya dengan semangat perjuangan dan pengabdian kepada rakyat. Termasuk untuk berjuang di jalur organisasi kemasyarakatan yang malatarbelakangi perjuangannya, yakni kelompok masyarakat tradisional," terang Machfudhoh.
Lebih lanjut, Machfudhoh juga menjelaskan, dalam kesehariannya KH Zainul Arifin adalah seorang bapak yang mengkader anak-anaknya dengan sangat baik dan bertanggungjawab. KH Zainul Arifin mengajak anak-anaknya untuk turut berjuang membesarkan NU.
"Salah satu buktinya adalah, anak-anaknya diajak untuk terlibat dalam perjuangan NU. Kita mengenal Neng Lilis dan Kak Neneng (dua puteri KH Zainul Arifin) yang aktif terlibat dalam perjuangan dan kepengurusan Muslimat NU)," tandas Machfudhoh. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Khutbah Bahasa Jawa: Bungaha kelawan Rahmat Paling Agung — Kanjeng Nabi Muhammad saw
6
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua