JK Hadiri Mauludan, Harlah NU dan Haul Hadji Kalla di Makassar
NU Online · Sabtu, 31 Maret 2007 | 12:20 WIB
Makassar, NU Online
Wapres Jusuf Kalla yang baru datang dari KTT Arab langsung melakukan kunjungan ke Makassar untuk menghadiri mauludan, Harlah NU ke 81 sekaligus haul ke 26 Hadji Kalla Sabtu, (31/03) di Masjid Raya Makassar.
Dihadapan hadirin Kalla menggambarkan pribadi bapaknya yang sangat memperhatikan urusan agama dan perdagangan. Ia selalu berpesan kepada anak-anaknya untuk memperhatikan kedua hal tersebut.
<>"Kalau ditanya mana yang lebih penting, ayah saya selalu menjawab, keduanya sangat penting. Dia bilang, kalau saya tidak berdagang, siapa yang bayar zakat, siapa yang bayar infaq. Kalau hanya mengurus masjid, siapa yang berdagang," kata Kalla yang merupakan putra kedua Hadji Kalla.
Ketika akan pindah ke kota Makassar, ayahnya mencari rumah yang ada di seberang masjid. "Waktu itu ayah saya membeli rumah di sebelah kanan masjid, berapa pun harganya dia beli asal dekat masjid," kenang Kalla.
Selain aktif sebagai bendahara di masjid, Hadji Kalla juga menjadi bendahara di NU Makassar. "Dia menjadi bendahara terus sampai akhir hidupnya karena tidak ada yang mau menggantikan," katanya.
Dia juga menyebutkan, ayahnya bukan ulama yang berilmu tinggi. "Mungkin selama hidupnya ia kotbah di masjid cuma 10 kali," ujar Kalla yang pernah menjadi salah seorang mustasyar NU di Makassar.
Namun ayahnya pernah berujar hanya ingin mengurusi ulama. "Jadi orang yang ngurus orang yang ceramah. Setiap ada ulama yang sakit di daerah Sulawesi Selatan, pasti dijenguk, sifat itu diwariskan kepada anak-anaknya," katanya.
Dia juga menuturkan, selain rumah di sebelah masjid, ayahnya juga memiliki rumah yang berjarak 3 km dari Masjid Raya. "Namun ayah saya hanya mau salat Subuh di masjid itu. Dia jalan kaki dari jam 4 pagi," katanya. (dtc/nun)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
6
Mabes TNI Minta Masukan PBNU soal Rencana Pemindahan Makam Pahlawan Nasional ke Daerah Asal
Terkini
Lihat Semua