Hasyim Sambangi Pasukan PBB
NU Online · Senin, 18 Januari 2010 | 08:16 WIB
Sebelum mengawali pembicaraan dengan para pemimpin agama dari berbagai aliran yang mengalami ketegangan Hasyim Muzadi terlebih dulu melihat kondisi di Lebanon selatan pusat konflik antar aliran termasuk dengan Israel terjadi.
Masuk wilayah selatan ini tidak mudah, sejak mengurus visa saja sudah sulit mendapat izin masuk wilayah ini. Setelah para pemimpin agama memberi jaminan, maka PBNU diizinkan masuk ke sana dengan pengawalan pasukan PBB yang bertugas di sana.<>
Daerah selatan yang berbatasan dengan Israel ini memang pusat kaum Syiah dan tentara Hezbullah pimpinan Sayyed Hassan Nasrullah berada. Di sana PBNU sempat mengunjungi penjara Israel selama masa pendudukan di Lebanon selatan dan menemui warga Lebanon dan Palestina yang menjadi korban keganasan Israel di tengah puing rumah dan berbagai senjata berat.
Walaupun daerah itu penuh konflik tetapi sebenarnya daerah itu sangat subur dan indah dan dengan kehidupan yang cukup tenang. Hanya saja kawat berduri dan panser PBB yang berseliweran itu yang menandai daerah tersebut merupakan wilayah konflik.
Kepada Pasukan PBB dari Indonesia yang bertugas di sana Hasyim menegaskan apa yang dilakukan oleh PBNU kali ini sebenarnya sejalan dengan tugas pemerintah untuk menjaga perdamaian dunia. Ditegaskan bahwa sebelum berangkat ke Lebanon, selatan dirinya telah berkonsultasi dengan presiden SBY, sehingga misi yang diemban oleh PBNU ini sebenarnya adalah misi negara juga.
Hasyim menjelaskan walaupun ini tugas berat tetapi merupakan suatu tantangan dan sekaligus penghormatan ketika NU di minta oleh masyarakat internasional untuk turut mengatasi konflik di dunia.
"NU menjalankan tugas ini dengan senang hati sebab semuanya ini sesuai dengan cita-cita para pendiri NU yang selalu berjuang menciptakan kerukunan dan berusaha memerangi penjajahan dan ketidakadilan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama Hasyim juga memberikan dorongan dan motivasi pada tentara Indonesia yang bertugas di sana agar tabah menjalankan tugas perdamaian ini,
"Karena ini merupakan bagian penting dari Proklamasi kita untuk turut membebaskan bangsa lain dari penjajahan di muka bumi. Tugas ini perlu terus-menerus dilaksanakan karena itu, dari seluruh bangsa Indonesia apapun posisinya dan apapun sarana perjuangan yang digunakan baik politik, budaya maupun secara militer seperti yang diemban saudara-saudara," demikian tandas Hasyim.
Pasukan Indonesai menyambut hangat kedatangan pemimpin PBNU ini karena bisa bertukar informasi setelah enam bulan meninggalkan tanah air. Besarnya penghormatan pasukan TNI pada rombongan PBNU ini yang menjaga serta memperlancar selama perjalanan itu dikawal sejak masuk ke wilayah selatan itu dan diantar kembali hingga garis aman. (mdz)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
6
Kapolda Metro Jaya Diteriaki Pembunuh oleh Ojol yang Hadir di Pemakaman Affan Kurniawan
Terkini
Lihat Semua