Nasional

Tim NU Peduli Kunjungi Keluarga Affan Kurniawan, Berikan Santunan 100 Juta Rupiah

NU Online  ·  Sabtu, 30 Agustus 2025 | 01:00 WIB

Tim NU Peduli Kunjungi Keluarga Affan Kurniawan, Berikan Santunan 100 Juta Rupiah

Plt Direktur Eksekutif Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Riri Khariroh memeluk Erlina, ibunda Affan Kurniawan, saat berkunjung ke kediamannya di Jakarta, Jumat (29/8/2025) malam. (Foto: dokumentasi LAZISNU)

Jakarta, NU Online

Tim NU Peduli mengunjungi rumah duka Almarhum Affa Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, di Jakarta, Jumat (29/8/2025).


Kehadiran Tim NU Peduli itu disambut langsung oleh ayahanda Affan, Zulkifli, yang tampak tegar dalam rasa pilu setelah kehilangan putranya.


Plt Direktur Eksekutif Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Riri Khariroh menyatakan bahwa kunjungan ini atas arahan dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang meminta Tim NU Peduli segera hadir dan memberikan santunan kepada keluarga Affan.


"Kami Tim NU Peduli diminta oleh Ketua PBNU Gus Yahya untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mas Affan Kurniawan kepada orang tuanya secara langsung," ujar Riri kepada NU Online, Jumat (29/8/2025)


Riri menjelaskan takziyah ini bertujuan untuk memberi dukungan dan pendampingan kepada keluarga Affan atas musibah yang menimpa.


Dalam kesempatan takziah tersebut, ia juga menyampaikan santunan yang diberikan dalam bentuk uang tunai sejumlah 100 juta rupiah serta beasiswa pendidikan untuk adik Affan dari LAZISNU.


Atas pertimbangan internal LAZISNU, pemberian uang akan dilakukan secara bertahap kepada pihak keluarga agar Nahdlatul Ulama bisa terus hadir memberi dukungan dalam jangka waktu yang panjang.


"Kami diminta oleh Gus Yahya untuk menyampaikan santunan kepada keluarga korban sebesar 100 juta," jelasnya.


Sementara itu, Riri menyebut beasiswa pendidikan untuk adik Affan akan diberikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.


Riri juga mengatakan sudah ada rencana mengunjungi korban-korban lain yang terdampak kekerasan oleh aparat pasca demonstrasi dan harus dirawat di rumah sakit.


"Tetapi yang di rumah sakit ini belum kami tunaikan karena kami masih mencari dan mengumpulkan datanya, kami butuh waktu untuk mengecek" paparnya.


Riri menyatakan keprihatinannya atas insiden yang merenggut nyawa Affan pada Kamis malam (28/8/2025). Ia menceritakan kondisi kedua orang tua Affan saat ditemui Tim NU Peduli LAZISNU. Erlina, ibunda Affan, tampak masih syok dan terus menangisi kepergian putranya. 


"Banyak yang mau membantu saya tetapi anak saya sudah nggak ada, terus mau ngapain," ujar Erlina di sela tangisnya sebagaimana dituturkan Riri.


Kehadiran dan belasungkawa yang disampaikan tentu tidak dapat mengobati rasa kehilangan yang mendalam yang dirasakan oleh keluarga Affan. Namun, Riri berharap upaya ini bisa sedikit melipur lara yang dirasakan oleh keluarga.