Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Songsong 2021, Gus Ami Harap Masyarakat Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

Songsong 2021, Gus Ami Harap Masyarakat Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
Wakil Ketua DPR RI H Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami). (Foto: dpr.go.id)
Wakil Ketua DPR RI H Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, NU Online

Menutup tahun 2020 dan menyongsong 2021, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI H Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami) berharap bangsa Indonesia untuk membangun dan memperkuat solidaritas kemanusiaan yang lebih kokoh.


Sebab menurutnya, kemanusiaan menempati posisi di atas segala-galanya. Semua tata kelola kehidupan harus didesain ulang agar kemanusiaan tetap menjadi tujuan utama. Oleh karena itu, segala sesuatu untuk menyongsong 2021 harus disiapkan dengan baik, tidak bisa dibiarkan.


Ia memberikan contoh mengenai pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang menjadi bagian dari simbol solidaritas paling teknis. Namun problemnya, pengelolaan ZIS di Indonesia masih belum bisa diatasi dengan baik.


“Sistem pengelolaan ZIS belum menjadi bagian dari solusi kehidupan masyarakat kita. Itulah yang disebut sebagai kesiapan membangun kemanusiaan yang abadi,” tegas Gus Ami saat menyampaikan Pidato Politik Akhir Tahun, di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/12) malam.


Beberapa tantangan ke depan


Lebih lanjut ia mengatakan, terdapat tantangan ke depan yang harus dihadapi. Terutama bagi pemerintah dan seluruh kekuatan masyarakat. Menurut Gus Ami, bangsa Indonesia akan menghadapi beberapa tantangan.


“Pertama, tantangan demografi. Kedua, tantangan globalisasi dan digitalisasi. Ketiga, tantangan ekologi,” sebutnya.


Kini, Indonesia tengah memasuki era bonus demografi. Jika mampu mengelola dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia akan berhasil mengalami lompatan ekonomi yang dahsyat. Sebab pada 2023 hingga 2023, kekuatan generasi muda yang sangat potensial akan menjadi kekuatan pembangunan bangsa. 


Tantangan selanjutnya, kata Gus Ami, adalah soal globalisasi dan digitalisasi. Kedua hal itu menjadi fakta yang tidak bisa terelakkan. Segala sesuatu akan sangat efektif jika berhasil melakukan digitalisasi. 


“Sekarang semua harus serba cepat, akurat, terukur, dan tidak bisa tidak menjadi bagian untuk bisa bersaing,” tegas Ketua Umum PKB ini.


Kemudian, sesuatu yang juga harus diwaspadai adalah mengenai lingkungan dan ekologi negeri ini. Sebab pemanasan global tetap menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia lantaran berada di daerah tropis, sehingga memiliki beban lebih sebagai paru-paru dunia.


“Semua kebijakan pembangunan haruslah memiliki kepedulian dan komitmen pembangunan yang berkelanjutan, berperspektif lingkungan, dan kepedulian terhadap kesinambungan alam semesta,” katanya.


Di akhir pidato, Gus Ami menyampaikan pula soal pentingnya kolaborasi dan inovasi. Keduanya menjadi bagian yang tidak bisa ditinggalkan. Bangsa Indonesia harus terus mengedepankan kolaborasi, terutama dalam hal mengatasi pandemi Covid-19. 


“Dengan kolaborasi kita akan menjadi ringan beban. Dengan inovasi kita akan menemukan cara cepat dan terobosan yang efektif bagi mengatasi kesulitan yang kita hadapi,” pungkasnya.


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Parlemen Lainnya

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×