Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Pimpinan DPR: Program SDM Unggul Harus Ditopang Minat Baca Masyarakat

Pimpinan DPR: Program SDM Unggul Harus Ditopang Minat Baca Masyarakat
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Foto:ist)
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Foto:ist)

Jakarta, NU Online

Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) H Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Indeks pembangunan SDM yang rendah mengakibatkan rendahnya daya saing bangsa. 

 

“Hal ini bermuara pada rendahnya inovasi, pendapatan per kapitanya, hingga rendah rasio gizinya. Itu semua akhirnya berpengaruh pada rendahnya indeks kebahagiaan warga," kata Gus AMI, sapaan akrabnya, di Jakarta, Senin (17/5). Dia menilai misi pemerintah untuk menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai langkah yang tepat 

 

Menurutnya, tidak ada negara maju tanpa SDM unggul, karena itu keinginan Presiden Jokowi harus didukung dan diwujudkan, salah satunya dengan bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat. "Tingkat literasi kita bisa meningkat. Ironis sekali kalau melihat data tingkat literasi kita dibandingkan beberapa negara lainnya," ujar penulis buku Negara dan Politik Kesejahteran ini.

 

Gus AMI mengatakan, tingkat literasi masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah, karena hanya menempati ranking ke-62 dari 70 negara, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal itu, menurutnya, mengacu pada hasil survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada 2019.

 

"Sementara UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca. Hasil riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca," katanya lagi.

 

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena pada periode kedua Pemerintahan Presiden Jokowi, pembangunan SDM unggul menjadi salah satu prioritas. Gus AMI mengatakan terkait peringatan Hari Buku Nasional pada Senin (17/5/2021), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim harus melakukan berbagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

 

"Selain itu, Kemendikbudristek juga harus melakukan digitalisasi produk buku untuk memberikan kemudahan akses membaca kepada masyarakat," katanya lagi. Menurut dia, dengan situasi pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, upaya peningkatan minat baca harus lebih serius lagi dijalankan karena proses belajar mengajar di sekolah berjalan secara timpang. 

 

Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), menurut legislator dapil Jawa Timur VIII itu, masih berjalan kurang maksimal. Karena itu, Gus AMI menilai yang bisa dilakukan adalah bagaimana anak-anak didik di masa pandemi bisa lebih banyak memanfaatkan waktunya dengan membaca di rumah. Menurutnya, harus ada kampanye sebuah gerakan mencintai buku, gerakan peningkatan literasi, dan itu harus diinisiasi oleh Kemendikbudristek sebagai lokomotif pendidikan nasional.



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Parlemen Lainnya

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×