Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Innalillahi, Rais Syuriyah NU Pringsewu KH Ridwan Syu'aib Wafat

Innalillahi, Rais Syuriyah NU Pringsewu KH Ridwan Syu'aib Wafat
KH Ridwan Syu'aib bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Pringsewu H Taufik Qurrahim sesaat setelah terpilih menjadi Rais Syuriyah pada Konfercab III bulan Januari 2020. (Foto: NU Online/Faizin)
KH Ridwan Syu'aib bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Pringsewu H Taufik Qurrahim sesaat setelah terpilih menjadi Rais Syuriyah pada Konfercab III bulan Januari 2020. (Foto: NU Online/Faizin)

Pringsewu, NU Online
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari Kabupaten Pringsewu, Lampung. Jumat (4/12) pukul 19.30 WIB, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Lampung KH Ridwan Syu'aib berpulang ke Rahmatullah. 

 

Abah Ridwan, begitu ia akrab disapa, wafat sesaat setelah kumandang adzan shalat Isya di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Beliau wafat pada umur 69 tahun setelah kondisi kesehatannya terus menurun sejak beberapa bulan terakhir.

 

"Pagi ketika masuk rumah sakit, Abah masih bisa berkomunikasi dengan keluarga. Ketika waktu maghrib, tak henti-hentinya Abah mengucapkan tahlil. Sampai akhirnya semakin pelan dan diakhir hayatnya terucap kata 'Allah'," kata Gus Amir Ma'ruf, putra Abah Ridwan.

 

Abah Ridwan merupakan Rais Syuriyah PCNU Pringsewu pertama setelah terpisah dari PCNU Kabupaten Tanggamus. Sampai akhir hayatnya, beliau masih dipercaya menjadi Rais Syuriyah untuk ketiga kalinya. Untuk kali ketiganya, Abah Ridwan terpilih melalui Konfercab III NU Pringsewu yang digelar pada Bulan Januari 2020.

 

Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Pringsewu H Taufik Qurrahim, Abah Ridwan adalah sosok tauladan dalam ketegasan saat membimbing dan mengarahkan pengurus NU Pringsewu. Dengan pengalaman berorganisasi sejak sebelum orde baru, Abah Ridwan selalu memberi petunjuk untuk kemaslahatan organisasi.

 

"Beliau adalah sosok yang tegas namun bisa ngemong (membimbing)," kata Kiai Taufik di rumah duka di Desa Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih.

 

Abah Ridwan juga merupakan sosok kiai yang sangat alim dalam ilmu agama khusunya dalam ilmu nahwu. Ia senantiasa melakukan muthalaah (melakukan kajian) sebelum mengisi majelis pengajian di berbagai tempat.

 

Sesuai dengan wasiat yang disampaikan kepada keluarga, Abah Ridwan dimakamkan di pemakaman keluarga pada Sabtu (5/12).

 

Selamat jalan Kiai. Lahulfatihah...

 

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Obituari Lainnya

Terpopuler Obituari

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×