Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Aceh Berduka, Waled Bakongan Ulama yang Arsitektur Itu Telah Pergi

Aceh Berduka, Waled Bakongan Ulama yang Arsitektur Itu Telah Pergi
Tgk H Marhaban Adnan Mahmud Bakongan atau akrab disapa Waled Marhaban Bakongan. (Foto: dok istimewa)
Tgk H Marhaban Adnan Mahmud Bakongan atau akrab disapa Waled Marhaban Bakongan. (Foto: dok istimewa)

Banda Aceh, NU Online

Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Aceh kembali berduka dengan berpulang ke rahmatullah salah seorang ulama dan pimpinan dayah, Tgk H Marhaban Adnan Mahmud Bakongan atau akrab disapa Waled Marhaban Bakongan. Waled Bakongan adalah pimpinan Dayah Raudhatul Muna Bakongan Aceh Selatan.

 

"Innalillahi wainnailaihi rajiunn, telah berpulang kerahmatullah salah seorang ulama dan pemimpin Dayah Raudhatul Muna Bakongan Waled Marhaban sekitar pukul 12.30 WIB di Tapaktuan," tulis Tgk H Faisal Ali (Abu Sibreh) yang juga Ketua PWNU Aceh kepada NU Online dalam pesan singkatnya, Selasa (24/8/2021).


Abu Sibreh menyebutkan kepergian Waled Bakongan kembali menambah luka yang mendalam untuk masyarakat Aceh. Terlebih, beberapa bulan silam silih berganti ulama dan pimpinan dayah Aceh menghadap Sang Ilahi.

 

"Waled sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit dan direncanakan dikebumikan hari ini," lanjutnya.

 

Abu menyebutkan sosok Waled Bakongan merupakan seorang ulama. Bukan hanya spesialis di bidang agama, almarhum juga mumpuni di beberapa bidang lainnya termasuk menjadi arsitek bangunan berlantai empat yang dikenal dengan Gang Dolar.

 

Abu Sibreh menambahkan informasi, Waled Bakongan dilahirkan pada 24 September 1950 dan merupakan putra ulama kharismatik Aceh Tgk Syech H Adnan Mahmud (Nek Abu). Setamat Sekolah Dasar pada tahun 1963, Waled melanjutkan sekolah SMP swasta sambil mengaji pada Abu (Tgk Syekh H Adnan Mahmud) atau dikenal Nek Abu Bakongan di Masjid Bakongan.

 

"Dan tepatnya tahun 1968 Waled Marhaban melanjutkan pendidikan agama di Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan," sambungnya.


Abu yang Ketua MPU Aceh menambahkan setelah beberapa tahun belajar di Labuhan Haji, pada tahun 1971, Waled Marhaban pulang kampung (Bakongan). Pada tahun 1972 Waled kembali melanjutkan belajar mengaji ke Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga. 

 

Saat itu Dayah MUDI Masjid Raya Samalang masih di bawah pimpinan Allahuyarham Abon Aziz Samalanga. Waled sekelas dengan Abu MUDI (Mustasyar PWNU Aceh dan Pimpinan Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga saat ini) dan Waled Nuruzzahri (Waled NU yang juga Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga dan Rais Syuriyah PWNU Aceh).


"Singkat cerita setelah menuntut ilmu dan mengabdi di Dayah MUDI Mesjid lebih kurang 17 tahun, tepatnya tahun 1989 ketika itu Abon Samalanga telah meninggal dunia, Waled Marhaban memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Bakongan dan mengajar di Dayah Ashabul Yamin yang dinakhodai ayah Waled yang akrab disapa Nek Abu Bakongan, Tgk Syekh H Adnan Mahmud," rinci Abu Sibreh lagi.


Selanjutnya, Abu menyebutkan pada tahun 1990, Waled Marhaban membuka lahan perkebunan yang saat ini menjadi pemimpin Dayah Raudhatul Muna tepatnya di Ujong Pulo, Bakongan Timur, Aceh Selatan.

 

"Selain keaktifannya dalam beut seumeubeut (belajar mengajar) di dayah dan di berbagai tempat, Waled juga aktif dan dipercayai memegang jabatan penting di berbagai sektor. Di antaranya sebagai anggota MPU Aceh belasan tahun, Tuha Peut Wali Nanggroe dan beberapa jabatan lainnya," sambungnya.

 

Waled Bakongan dalam pandangan Abu Sibreh adalah sosok ulama yang akrab dengan siapa saja. Almarhum juga menjadi perekat para ulama dan sangat komunikatif dalam bergaul dengan semua pihak dan elemen. 

 

"Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga seluruh bangunan bertingkat baik kayu atau beton di semuanya Waled Bakongan sebagai arsiteknya. Bahkan kelebihannya sebagai ahli ahli siyasah (politik) diakui oleh para ulama dan polikus di negeri ini. Kemampuan dan pandangannya yang luas termasuk mampu menganalisa problematika serta kejadian ke depannya," ulasnya.

 

"Satu hal yang spesifik lainnya yang dimiliki Waled Bakongan sebaga kiblat bermusyawarah para ulama dan pejabat Aceh termasuk pemerintah pusat," jelasnya.

 

Abu yang juga Pemimpin Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Sibreh berharap kepada masyarakat dan muridnya untuk mendoakan Waled semoga diampuni segala dosanya dan husnul khatimah.

 

Kontributor: Helmi Abu Bakar
Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Obituari Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya